Asuransi Jiwa Bumi Asih Pailit,OJK Minta Pemegang Polis di Maluku Ajukan Tagihan

by
Kepala OJK Maluku Bambang Hermanto (Foto : ADI)

AMBON-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku meminta nasabah  atau pemegang polis  PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya (AJ BAJ) yang sudah dipailitkan segera mengajukan  tagihan kepada asuransi tersebut lewat kurator yang ditunjuk.  Proses pengajuan tagihan sementara berjalan dan akan berakhir pada 30 Agustus 2017  nanti. OJK Maluku menyatakan, jika sampai  batas akhir pengajuan tagihan, pemegang polis belum juga mengajukan tagihan, maka kecil kemungkinan uang atau aset mereka  yang  diasuransikan  di PT. AJ BAJ sulit diperoleh.

“Kami minta kepada masyarakat di Maluku sebagai  pemegang polis PT.AJ BAJ agar segera mengajukan tagihan kepada kurator yang sudah ditentukan, sehingga hak – hak mereka bisa diselesaikan. Jika hingga batas waktu pengajuan 30 Agustus ini, tidak mengajukan tagihan maka kecil kemungkinan aset mereka tidak bisa dikembalikan lagi,” kata Kepala OJK Maluku Bambang Hermanto kepada wartawan di kantornya, Senin (25/7).

Bambang menyatakan pihaknya berkewajiban menyampaikan hal ini agar pemegang polis dapat mengetahui perkembangan informasi soal penyelesaian kewajiban perusahan tersebut, sehingga pemegang polis tidak dirugikan.

Sebelumnya menurut Bambang, Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan Nomor 408 K/Pdt.Sus-Pailit/2015 mengenai permohonan pernyataan pailit terhadap PT  AJ BAJ  oleh OJK  selaku pemohon pailit. Dalam Putusan tersebut dinyatakan, permohonan pailit dari pemohon pailit dikabulkan serta menyatakan PT AJ BAJ pailit.

Selanjutnya MA juga  menunjuk Raymond Bondgard Pardede, sebagai kurator dari proses pemailitan PT. AJ BAJ itu.  Kurator juga sudah mengundang para kreditor yaitu para pemegang polis PT AJ BAJ, untuk hadir dalam rapat kreditor pertama pada  19 Juli 2016 di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Khusus untuk pemegang polis di Maluku, menurut Bambang dapat mengajukan tagihan kepada agen kurator di Maluku atau dapat melaporkan ke pihaknya  sehingga bisa dipasilitasi dengan agen kurator.”Kami akan membantu  memfasilitas pemegang polis dengan agen kurator di Maluku agar hak – hak mereka bisa diperoleh,” katanya.

Ia menyatakan di Maluku sendiri terdapat lebih dari  600 pemegang polis PT. AJ BAJ. Dari jumlah itu, sekitar 50 persen sudah mengajukan polis  lewat kurator dan  sudah mendapatkan hak – hak mereka.

Sebelumnya, Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: KEP-112/D.05/2013 tanggal 18 Oktober 2013 memutuskan pencabutan izin usaha di bidang usaha asuransi jiwa atas nama PT. AJ BAJ.

Berdasarkan keputusan pencabutan izin usaha tersebut, PT.  AJ BAJ seharusnya melaksanakan penyelesaian kewajiban kepada seluruh pemegang polis. Namun, perusahan asuransi ini belum melaksanakan keputusan tersebut sehingga OJK mengajukan gugatan pailit kepada PT. AJ BAJ melalui Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.  ADI