Atasi Berbagai Ancaman, Kemenhan Bentuk Ratusan Kader Bela Negara di Maluku

Atasi Berbagai Ancaman, Kemenhan Bentuk Ratusan Kader Bela Negara di Maluku

SHARE
Direktur Bela Negara Kemenhan Brigjen TNI Tandyo Budi Revita menyampaikan materi pembentukan bela negara Provinsi Maluku yang berlangsung di Dodik Bela Negara Rindam 16 Pattimura Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Kamis (13/9/2018). FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kementerian Pertahanan dan Keamanan (Kemenhan) menggelar pembentukan kader pebela negara  di Provinsi Maluku yang berlangsung di  Dodik Bela Negara Rindam 16 Pattimura Desa  Liang  Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) sejak Rabu (12/9/2018) hingga Jumat (14/9/2018).

Sebanyak 240 peserta dari pelajar SMA, mahasiswa dari Kota Ambon dan Kabupaten Malteng ikut dalam pembentukan kader bela negara ini. Selama kegiatan  berlangsung, peserta mendapat pendidikan kewarganegaraan, kesadaran bela negara dari sejumlah pejabat Kemenhan. Diantaranya dari Direktur Bela Negara Kemenhan Brigjen TNI Tandyo Budi Revita.

Tandyo mengungkapkan bela negara merupakan gerakan nasional revolusi mental dan  gerakan nasional membangun karakter bangsa melalui generasi muda. Saat menyampaikan materi, Tandyo yang baru saja dilantik Direktur Bela Negara ini minta peserta bela negara di Provinsi Maluku untuk meningkatkan kesadaran bela negara, tingkatkan nilai – nilai kebangsaan, cinta kepada NKRI, Pancasila dan Berbhineka Tunggal Ika.

Tandyo mengungkapkan, program bela negara ini ditujukan kepada generasi muda khususnya di lingkungan pendidikan karena merekalah sebagai calon-calon pemimpin Indonesia di Maluku. “Penanaman kesadaran bela negara sejak dini akan membelaki mereka (generasi muda) apa yang harus diperjuangkan untuk Indonesia kedepannya,” kata Tandyo.

Ia mengungkapkan, sebagai calon pemimpin, para peserta bela negara harus menyadari bahaya ancaman yang ada saat ini. Acaman yang nyata tersebut mulai dari separatisme, terorisme, radikalisme, narkoba, keselamatan umum dan ancamatan lainnya yang berasaskan idiologi diluar Pancasila.”Ancaman-ancaman tersebut sudah ada di depan mata mereka. Dan tentu ini yang harus mereka hadapi, dan lawan serta musuh bersama agar tidak menjadi korban baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat Indonesia,” kata Tandyo.

Tandyo berharap peserta memiliki mental dan jiwa bela negara dalam diri setiap pribadi agar mampu menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang kini melanda Indonesia. “Para kader bela negara harus melawan segala bentuk ancaman saat ini, seperti ancaman separatism, terorisme, radikalisme dan bahaya narkoba. Kader – kader bela negara ini setelah ini akan menjadi duta – duta di setiap lingkungan masyarakat masing-masing,” kata Tandyo. (ADI)

loading...