Atlet Balap Sepeda Indonesia Alami Kecelakaan di Etape III, Tour de Molvccas

by
Para atlet balap sepeda internasional, TdM berlomba di Etape III Bula - Wahai, Rabu (20/7). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-MASOHI- Atlet balap sepeda Indonesia, Dealton Nur Arif mengalami kecelakaan dalam lomba balap sepeda internasional, Tour de Molvccas (TdM) di Etape III, Kota Bula-Wahai, Maluku Tengah, Rabu (20/9) siang.

Ia terpaksa tidak melanjutkan perlombaan akibat insiden tersebut. Arif yang berasal dari  tim BRCC Banyuwangi ini  terluka akibat kecelakaan,terjatuh dengan sepedanya dalam perlombaan. Arif terluka di bagian kaki kakan dan harus dijahit empat jahitan.

“Arif tidak bisa melanjutkan perlombaan akibat kecelakan itu, ia terjatuh dengan sepeda dan harus dijahit beberapa jahitan,” kata International Commissaire balap sepeda internasional yang diakui badan sepeda dunia UCI (Union Cycliste Internationale) dan juga Konsultan Teknis TdM, Jamaludin Mahmood dalam keterangan pers yang diterima Terasmaluku, Rabu (20/9) malam.

Arif terlihat di Lapanga Udara Wahai setelah perlombaan selesai. Ia hanya mengalami luka ringan di bagian kaki dan berjalan pincang.  Selain Arif, pembalap Malaysia Cheku Mohammad Syamil dari tim Sapura juga tidak melanjutkan perlombaan karena kelelahan. Alhasil, Etape 3 hanya  ada  56 pembalap yang mencapai garis finish. Etape III TdM  dilepas Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Mukti Keliobas dari Pantai Wisata Gumumai, Kota Bula. Etepe III menepuh  jarak 153,9 kilomter.

Etape 3 dilepas Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Mukti Kaliobas dari Pantai Gumamae Kota  Bula pada pukul 10.00 WIT  dan finish di  Lapangan Udara Wahai. Ribuan warga Bula berkumpul di pantai wisata itu untuk  menyaksikan star balap sepeda internasional etape 3.

Di Etape 3 ini, pembalap awalnya disuguhi rute yang cenderung datar. Di awal keberangkatan hanya ada sedikit naik turun tapi rendah. Barulah pada saat menuju garis finish, ada lebih dari 5 tanjakan yang sangat tajam dan selama tiga etape.

Cuaca sepanjang lomba sangat bersahabat, sejuk karena mendung. Terlebih saat melalui Hutan Lindung Manusela 2, jalan berliuk-liuk tapi tetap mendatar dengan udara yang menjadi sejuk karena bersepeda di antara lindungan pepohonan.

Rata-rata pembalap mengayuh dengan kecepatan 40,29 km/jam hingga finishnya di Lapangan Terbang Wahai. Pengumuman pemenang dan Upacara Penghargaan Pemenang (UPP) dilakukan di lapangan Bandara Wahai.

“Rute yang dilalui hari ini sangat menarik karena memberikan kejutan pada akhir perjalanan, dimana tanjakan yang tinggi berkali-kali harus ditempuh oleh pembalap. Ini tentu menjadi kabar baik bagi riders yang jago melampaui tanjakan,” kata Jamaludin. Para pembalap akan melanjutkan etape ke IV pada Kamis (21/9) dengan star awal dari Pantai Namalatu dan finishnya di lapangan Merdeka Ambon dan  Depan Gong perdamaian.

Etape III ini dimenangkan Ricardo Garcia, pembalap asal Spanyol dari tim Kinan dari Jepang.  Melaju digaris finish urutan kedua Sanghong Park, atlet uggulan negara Korea yang bergabung di tim LX. Sedangkan urutan ketiga adalah Thomas Lebas asal tim Kinan dari Jepang, dengan negara asalnya Francis.  Dan posisi finish ke empat ditempati  pembalap  Indonesia,Dadi Suryadi dari tim Terengganu.  (ADI)