Aturan Baru, Merokok Di Angkot Kena Sanksi Tegas

by
Larangan merokok di dalam angkutan umum segera diterbitkan Dinkes Kota sebagi bagian dari kampanye hidup sehat bersama dishub juga pemerintah kota. FOTO: ILUSTRASI

TERASMALUKU.COM,AMBON–Para penumpang transportasi umum sebentar lagi bakal lebih nyaman berada di dalam kendaraan. Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon segera menerbitkan aturan yang memungkinkan angkutan penumpang bebas dari asap rokok.

Bertepatan dengan peringatan GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) Sabtu (26/1/2019), Pemerintah Kota Ambon mulai menerapkan pembatasan merokok. Masyarakat kota didorong untuk mempraktikkan pola hidup sehat dengan tidak merokok. Selain dapat merusak tubuh perokok, asapnya pun jauh lebih berbahaya bagi para perokok pasif.

Hal tersebut menstimulus dishub untuk turut mengkampanyekan pola hidup sehat. Yakni melalui aturan baru yang melarang aktiftas merokok di dalam angkutan umum. “Jadi orang tidak boleh lagi merokok di dalam angkot. Ada sanksi tegas untuk itu,” tegas Robby Sapulette, Kadis Perhubungan Kota Ambon kepada Terasmaluku.com, Senin (28/1/2019).

Selama ini masih kedapatan penumpang atau bahkan sopir yang sengaja merokok di dalam Angkot. Penumpang yang tak merokok pun ada yang risih dan tak nyaman dengan itu. Apalagi jika ada penumpang ibu hamil, atau anak-anak, asap rokok tentu amat mengganggu kesehatan.

Untuk itu Robby tengah berkoordinasi dengan Dinkes untuk membuat aturan yang berkekuatan hukum untuk itu. Pasalnya selama ini penumpang segan untuk menegur sesama penumpang lain yang merokok. “Karena itu kita buat Perwali dan punya sanksi. Kalau ada yang merokok segera lapor ke dishub,” ucapnya.

Dishub berencana menyosialisasi sopir juga pemilik usaha terkait itu. Mereka yang nantinya sebagai sistem pengawasan di lapangan dan melapor jika ada penumpang yang keras kepala. Sebab sanksi denda atau pencabutan ijin sementara akan diberikan kepada sopir dan pemilik angkot yang membiarkan hal itu.

Larangan merokok di tempat umum ini sejatinya sudah ada dalam Surat Edaran Nomor: SE 29 Tahun 2014 tentang Larangan Merokok di Dalam Sarana Angkutan Umum yang diterbitkan mantan Menhub Ignasius Jonan. Larangan tersebut juga disahkan dalam UU Nomor 36 Tahun 2012 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Sanksi kuruangan penjara hingga denda jutaan rupiah pun menanti bagi mereka yang melanggar.

Robby juga menambahkan ada dua aturan penting lain yang bakal diterapkan bersamaan dengan larangan merokok. Yakni aturan tidak memutar lagu dengan kencang serta larangan membuang sampah dari dalam angkutan umum. Itu berlaku pada moda transportasi darat pun laut. “Warga atau penumpang yang lihat segera lapor. Catat nomor Angkot serta trayeknya ke Dishub. Kami tindak,” tegasnya. (PRISKA BIRAHY)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *