Aturan Baru, PKM dan Zonasi Skala Mikro Tingkat RT RW

by
Jubir Satgas Covid-19 Kota Ambon sebut akan diberlakukan PKM Skala Mikro tingkat RT/RW mulai 24 Juni

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Pemeritah Kota Ambon bakal berlakukan lagi pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Namun kebijakan walikota ini dalam skala kecil. Pengawasan dan penetapan zonasi  sesuai wilayah terkecil yaitu lingkup RT.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Joy Andriaansz kepada awak media menjelaskan skema tersebut. Kebijakan pembatasan dalam lingkup mikro diambil usai evaluasi walikota Ambon.

Itu tertuang dalam Instruksi Walikota Ambon Nomor 1 Tahun 2021 Tentang PKM Skala Mikro. Sebagai tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2021.

“Tanggal 14 Juni itu sudah evaluasi. Penanganan pandemik akan dibentuk satgas di tingkat desa, kelurahan dan RT/RW. Zonasi yang selama ini kita lihat akan diperkecil tiap rt rw,” terang Joy.

Penatapan zona paparan virus tidak lagi berdasarkan wilayah kecamatan. Namun lebih diperkecil untuk melokalisir dampak dan fokus pengawasan.

Dia mencontohkan, jika tidak ada kasus, maka RT tersebut dikategorikan zona hijau. Jika ada 1-2 kasus, di situ, maka RT tersebut diberikan label zona kuning. Kalau ada 3-5 kasus, maka RT tersebut masuk zona oranye. Dan jika lebih dari 5 kasus maka zona merah.

Penentuan zona ini sepenuhnya berada pada masing-masing ketua RT/RW sesuai pengawasan dinkes. Pemerintah tengah melakukan sosialisasi sejak 14-23 Juni. Rencananya pemberlakuan ini dimulai pada 24 Juni 2021.

“Supaya tahu ada kasus bagaiman, nanti dinkes yang akan buka data untuk diteruskan ke masing-masing ketua RT/RW. Bukan masyarakat. Ini kan data medis bersifat rahasia,” tuturnya.

Terkait pengawasan, akan ada tim yustisi yang turun. Mereka khusus difokuskan pada aktivitas di tingkat mikro tersebut. (PRISKA BIRAHY)