Bagaimana Riwayat Almarhumah DAS Pasien Ginjal Rujukkan SBB yang Positif Covid-19

by
Ketua Koordinator Bidang Pencegahan Tim GTPP Covid-19 SBB, dr. Johanis Tappang saat memberika keterangan pers terkait pasien DAS yang terkonfirmasi positif covid-19, Selasa (12/5/2020). FOTO: Fadli B

TERASMALUKU.COM,PIRU, – DAS, pasien rujukan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang menderita gagal ginjal terkonfirmasi Covid-19. Sementara sang suami yang dikabarkan adalah pelaku perjalanan dari Jakarta itu punya hasil rapid test yang non-reaktif.

Hal itu dikemukakan langsung oleh Ketua Koordinator Bidang Pencegahan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten SBB, dr. Johanis Tappang,  Selasa (12/5/2020) pagi. “Suaminya sudah dicek tapi baru rapid pertama di RSUD Piru, hasilnya non-reaktif. Akan ada tes rapid kedua lagi untuk itu,” terang Tappang saat memberi keterangan pers di Posko Terpadu GTPP SBB Lantai II Kantor Bupati.

BACA JUGA : Bupati SBB Bagi Masker Langsung ke Warga

Tappang yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBB itu merincikan jejak DAS saat dirujuk ke Kota Ambon. DAS merupakan warga Waimital Kecamatan Kairatu. Dia telah lama menderita sakit dalam berupa keluhan di organ ginjal. Kondisinya sempat memburuk lantaran ada pembengkakan di kaki perut.

“DAS ini sakitnya sudah sejak lama, baru sekitar tanggal 21 April dirawat di Puskemas Kairatu, sehari setelahnya dirujuk ke RS Haulussy Ambon. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan yang bersangkutan mengidap gagal ginjal,”urai Tappang kepada Terasmaluku.com yang didampingi Juru bicara(Jubir) GTPP Kabupaten SBB, Henry Mandaku.

Selama masa perawatan, pantauan tim gugus menyatakan bahwa DAS tidak menunjukkan gejala-gejala serupa Covid-19. Saat dirujukpun DAS yang merupakan seorang ASN itu pun tidak memunculkan simptoma serupa paparan virus korona. Namun untuk memastikan, Tappang menyebut pihak medis menjalankan prosedur dengan melakukan tes cepat atau rapid test. Itu dilakukan mengingat Kota Ambon masuk zona rawan. Pihak RSUD Dr. Haulusssy pun melakukan rapid test pada 22 April. Hasilnya terbukti non-reaktif.

Loading...

Namun, Tappang merinci sembilan hari setelah rapid test, DAS mengalami batuk dan sesak napas. “Sekitar tanggal 30 April, DAS mengalami batuk dan sesak napas, sehingga diambilah swabnya pada 1 Mei 2020 untuk memastikan yang bersangkutan positif corona apa tidak,” lanjut dia.

Hasilnya mengejutkan. Laporan yang diterima tim Gugus Covid-19 SBB pada Senin 10 Mei 2020 yaitu DAS terkonformasi positif covid-19. Hasil uji laboratorium itu baru diketahui tiga hari setelah DAS meninggal dunia pada Kamis 7 Mei 2020.

Gugus Tugas SBB pun menuding ada keterlambatan dalam penanganan pasien. Keterbatasan fentilator dan alat yang dimiliki GTPP Covid-19 Provinsi Maluku dinilai jadi salah satu penyebabnya. “Semua ini dikarenakan keterbatasan fasilitas dan alat yang dimiliki tim GTPP Provinsi Maluku. Swabnya juga dikirim ke Jakarta. Hal inilah yang mengakibatkan hasil PCR-nya agak lama,” katanya.

Meski begitu, tidak ada yang bisa dilakukan mengingat pasien DAS telah meninggal. Langkah nyata yang dapat ditempuh yakni traking orang-orang terdekat yang pernah berkontak dengannya. Serta rencana melakukan swab. Apalagi almaruhumah DAS dikebumikan tanpa menggunakan protap Covid-19. Artinya ada akses besar bagi sejumlah orang yang berkontak dengan DAS termasuk  keluarga DAS.

“Pihak GTPP sudah mengambil langkah dengan melacak orang-orang terdekat almarhumah yang pernah berkontak langsung dengan Almarhumah, teman-teman suaminya, lalu menyemprotkan cairan desinfektan dan lain-lain,” jelas Tappang.

Pemerintah Kabupaten SBB pun menghimbau kepada seluruh masyarakat SBB agar tidak panik dan tetap ikuti anjuran yang ada. “Bagi Masyarakat SBB jangan  panik. Karena yang bersangkutan belum tentu meninggal disebabkan Covid-19, bisa saja meninggal akibat gagal ginjal . Yang bisa buktikan dia meninggal akibat Covid atau gagal ginjal hanya dengan proses outopsi. Dengan demikian harapan kami agar seluruh masyarakat SBB tetap mengikuti anjuran pemerintah, agar bencana ini secepatnya berakhir, ” harapnya. (FADLI. B)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *