Bakal Ada Pemangkasan Puluhan Trayek Angkutan Umum Di Ambon

by
Salah Satu Trayek Angkutan Umum Kota Yang Bakal dirampingkan

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Tak lama lagi jalur angkutan kota atau angkot di dalam kota bakal alami penyusutan. Jalur-jalur yang sebebulmnya panjang, bakal dibuat lebih ringkas. Dari yang awalnya sekitar 68 trayek diperkirakan menyusut hingga 36 trayek saja.

Evaluasi panjang trayek menjadi salah satu pertimbangan kelegaan di jalan raya. Luas jalan serta pertambahan jumlah kendaraan dinilai tak sebanding dengan kapasitas tampung. Belum lagi terminal pasar mardika yang menjadi satu-satunya terminal angkot dalam kota kian semrawut.

Di lain sisi, pemerintah kota butuh merapikan kota dan membuatnya jadi lebih tertata dan layak sebagai ibu kota provinsi. Penataan jalur angkot menjadi salah satu sasaran perbaikan.

Dinas perhubungan Kota Ambon pun membuat solusi perampingan jalur. “Seperti Halong Lateri Paso, kecuali Halong Atas. Itu kan satu jalur semua, jadi satu jalur angkot cukup, Angkot Paso,” sebut Kepala Dinas perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulette kepada Terasmaluku.com, Selasa (19/3/2019).

Wilayah di Kecamatan Baguala tersebut memiliki letak yang berdekatan dan berada di jalur utama angkutan umum. Karena itu mereka menilai satu trayek angkot saja cukup. Yakni trayek terjauh dari wilayah yang dilalui angkot ke arah Baguala.

Contoh jalur lain yang serupa yakn jalur angkot Air Salobar Taman Makmur, dua wilayah itu malah punya tempat pemberhentian yang sama. Hal ini, yang dinilai dishub peru evaluasi kembali. Rencana itu, menurut dia telah dibahas sejak tahun lalu. Pada 2019, pihaknya sudah bertemu dengan para sopir dan pemilk angkot juga organisasi yang menaungi mereka.

Rencana ini perlu mendapat persetujuan serta dukungan. “Sementara ini kita menuju ke pembuatan perda biar lebih kuat dan punya payung hukum,” tegas Robby. Setelah itu barulah ada penetapan keputusan melalui peraturan daerah yang mengatur secara sitematik dan punya kekuatan hukum.

Dedi Samadara, sopir angkot jurusan Air Salobar kepada wartawan menyebut jika dia telah mengetahui rencana itu. “Katong Sopir samua su tahu. lebih baik begitu. Penumpang Taman Makmur lebih banyak,” jelas Dedi. Menurutnya angkot jurusan Air Salobar kurang banyak penumpang bila dibandingkan jurusan Taman Makmur.

Hanya pada jam-jam tertentu baru ramai. Seperti saat jam pulang sekolah. Itu mengingat ada salah satu sekolah menengah atas di sana. Ide penyatuan itu pun disambut baik olehnya. Tidak menjadi soal jika harus ada penggabungan trayek. (PRISKA BIRAHY)