Balasan Keluarga Yang Terbantu JKN

by
dr. Alwia Djamalilleil. FOTO : BPJS KESEHATAN

TERASMALUKU.COM,-AMBON-dr. Alwia Djamalilleil, 34 tahun atau yang akrab disapa Wia merupakan seorang dokter umum sekaligus penanggung jawab di Klinik Al-Aqsha Ambon. Saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa (9/6/2020) Wia menceritakan pengalaman keluarganya mendapat manfaat program JKN-KIS beberapa waktu silam.

Pada tahun 2019 kakak dari Wia meninggal dunia akibat Kanker Esofagus. Kakak Wia didiagnosa penyakit Kanker Esofagus sejak tahun 2018. Selama menjalani perawatan kurang lebih 1,5 tahun, seluruh biayanya dijamin oleh BPJS Kesehatan.

“Kakak saya merupakan peserta BPJS Kesehatan, pada tahun 2018 kakak saya didiagnosa penyakit kanker esofagus oleh dokter. Saya sangat berterima kasih atas adanya program JKN ini. Sejak awal perawatan sampai dengan tutup usia seluruh biayanya dijamin oleh BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Dalam 6 bulan terakhir sebelum meninggal, kondisi kakak Wia mengharuskannya keluar masuk rumah sakit akibat pendarahan.

“Enam bulan terakhir sebelum kakak saya meninggal, kondisinya sangat tidak stabil akibat pendarahan terus-menerus dan harus keluar-masuk rumah sakit. Jadi seminggu di rumah, nanti seminggu kemudian masuk rumah sakit lagi, ditransfusi lagi, apabila kondisi membaik dipulangkan lagi, begitu seterusnya,” imbuh Wia.

Loading...

Selama menggunakan BPJS Kesehatan, Wia mengaku tidak pernah mengalami kendala dan tidak merasakan adanya diskriminasi antara pasien BPJS Ksehatan dan umum. “Selama ini saya tidak pernah mengalami kendala apabila sakit, saya juga tidak merasakan adanya diskriminasi antara pasien BPJS Kesehatan dan pasien umum. Yang terpenting kita tahu prosedurnya aja,” ucapnya.

Pernah pada suatu ketika kakak Wia menjalani rawat inap selama 5 hari di ICU tanpa menggunakan BPJS Kesehatan. Biaya yang dikeluarkan selama lima hari itu mencapai sekitar 50 juta rupiah. Wia secara pribadi sangat merasakan manfaat yang besar dari program JKN ini.

“Pada kesempatan ini saya mau sampaikan bahwa ini bukan bualan, kalau tanpa BPJS Kesehatan mungkin kakak saya tidak bisa kita rawat selama itu di rumah sakit. Banyak sekali kantung darah yang dibutuhkan. Biayanya tidak sedikit, kalau kita hitung, wah gak mampu kita buat bayar. Semuanya dijamin oleh BPJS Kesehatan jadi sangat terbantukan,” ungkapnya haru.

Wia juga berterima kasih kepada seluruh pahlawan JKN diseluruh Indonesia yang rutin membayar iuran. Berkat gotong royong tersebut keluarganya dapat terbantukan.

“Saya sangat berterima kasih kepada pahlawan JKN yang rutin membayar iuran, dengan gotong royongnya keluarga kami sangat terbantukan. Sekarang giliran keluarga kami membalasnya dengan rutin membayar iuran. Semoga dengan begitu dapat bermanfaat dan berbagi dengan sesama,” tutup Wia. (ADVERTORIAL)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *