Banda Neira Reborn, Langkah Awal Buka Gerbang Pariwisata Berbasis Prokes CHSE di Masa Pandemi

by
Penyerahan bantuan peralatan Protokol CHSE dari Kemeparekraf kepada pengelola Istana Mini Banda, Rabu (25/11/2020). Foto: Istimewa

TERASMALUKU.COM,-BANDA-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Dinas Pariwista Provinsi Maluku menggelar kegiatan Banda Neira Reborn (lahir baru) di Pulau Banda.

Kegiatan ini dilangsungkan selama dua hari, 24 hingga 25 November di Komplek Gereja Tua dan Istana Mini, Kota Neira, Ibukota Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah.

Sejumlah kegiatan dilakukan melalui Banda Neira Reborn ini dengan melibatkan berbagai komunitas yang ada di Banda. Seperti bersih-bersih sampah di lingkungan sekitar objek wisata Gereja Tua dan Istana Mini.

Selain itu ada penyerahan bantuan perlengkapan protokol kesehatan (Proces) berbasis CHSE atau Clean, Healthy, Savety and Environtment (Protokol kebersihan, Kesehatan, Keselematan dan Kelestarian Lingkungan di Bidang Pariwisata).

Protokol CHSE merupakan panduan penerapan Prokes dalam upaya pemerintah menghidupkan kembali sektor pariwisata sekaligus sebagai bagian dari upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 di sektor pariwisata.

Bantuan perlengkapan protokol CHSE yang diberikan kepada pengelola destinasi wisata Gereja Tua dan Istana Mini Banda berupa cairan disinfektan, faceshield, termoghan, wastafel (tempat cuci tangan), profil tank, kotak P3K, mesin potong rumput, tempat sampah, sapu, rambu-rambu sapta pesona dan serok sampah.

Koordinator Area IV Direktorat Pengembangan Destinasi Regional II Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Sutrisno Eko Saputra menjelaskan karena kondisi covid-19, anggaran di Kemeparekraf direfocusing ke protokol CHSE pada destinasi-destinasi wisata.

Salah satunya adalah program Banda Naira Reborn di Gereja Tua dan Istana Mini ini. “Banda Neira Reborn dimaksudkan untuk persiapan destinasi-destinasi wisata di Banda untuk dibuka pasca covid, namun bukanya tergantung masing-masing daerah,”jelas Eko di Istana Mini Banda, Rabu (25/11/2020)

Loading...

Oleh karena itu kata dia, dengan bantuan peralatan CHSE yang telah diserahkan kepada pengelola dua destinasi wisata itu diharapkan dapat memberikan manfaat.

Fadli Fakih, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku mengemukakan, Banda Neira Reborn sebagai persiapan dini Banda Naira untuk siap membuka diri terhadap kunjungan wisatawan secara terbatas dengan tetap menerapkan protokol CHSE.

Clean yang berarti masyarakat Banda terus menjaga pola hidup bersih di lingkungan, keluarga dan masyarakat. Health berarti masyarakat Banda tetap menjaga kesehatan pribadi, lingkungan maupun masyarakat dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan tubuh.

Savety yang berarti masyarakat Banda tetap menjaga keamanan diri, lingkungan dan masyarakat agar dapat tercipta kenyamanan wisatawan dan environtment yakni menjaga keberlangsungan lingkungan agar tetap asri dan terjaga.

“Melalui kegiatan ini pula kita tumbuhkan kesadaran wisata dimulai dari pribadi sampai kepada kehidupan bermasyarakat dengan terus menerapkan unsur sapta pesona yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan,” jelas Fadli yang juga Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi  Pengembangan Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Dispar Maluku.

Camat Banda, Kadir Sarilan dalam kesempatan itu mengatakan akibat pandemi covid, pariwisata di Banda juga terkena dampaknya. Bahkan untuk mencegah covid-19 masuk ke Banda, saat ini diwajibkan bagi pelaku perjalanan harus kantongi Surat Izin masuk dari pihak kecamatan jika ingin ke Banda.

Lewat kesempatan ini dirinya meminta kepada Pemerintah Pusat maupun Pemda Maluku untuk lebih memperhatikan Banda terutama menyangkut objek-objek peninggalan sejarah, pembenahan destinasi wisata, transportasi serta berdayakan masyarakat di Pulau Banda. (SOFYAN KASTELA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *