Bangun Kemandirian Napi Lewat Bertani

by
Kepala Kantor Perwakilan Hukum dan HAM Provinsi Maluku .Tholib Optimistis Pelatihan Pertanian bago warga Binaan mampu membangun Kualitas Hidup setelah masa tahanan berakhir

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Kemandirian para mantan napi menjadi hal utama yang diperhatikan. Hukuman kurungan bukan semata membuat jera, namun juga mendorong mereka jadi lebih baik dengan berbagai hal positif di masyarakat. Untuk itu Pihak Perwakilan kantor Bank Indonesia Provinsi Maluku membuka jalan dengan memberikan bantuan pelatihan kemandirian di bidang pertanian.

Selama menjalani masa tahanan para napi bakal dibekali dengan skill bertani yang mudah dan efisien. Bibit tanaman yang dierikan pun adalah yang mudah tumbuh dan cepat dipasarkan. “Kami berikan mereka pelatihan bercocok tanam namun di dalam polybag. Juga bibit sayuran tomat cili yang gampang tumbuh,” ujar Hujianto Manager Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM kantor Perwakilan BI Maluku usai Launching Peningkatan Kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan di Bidang Pertanian di Lapas Kelas II A Ambon, Jumat (31/8/2018).

Fokus metode penanaman yang bakal diajarkan yakni di media polibek. Menurut Huji, cara itu dipakai untuk menyiasati keterbatasan lahan, waktu dan biaya. Kesan yang umum ditampilkan masyarakat terhadap mantan napi cenderung negatif. Untuk itu mereka perlu dibekali dengan kemandirian memulai usaha sendiri. Penggunaan polybag pun minim biaya. Sementara bibit juga sudah disumbabgkan langsung bagi mereka.

Loading...
Kepsyen: kerjasama BI dan Lapas kelas II A Ambon bagi warga binaan

Terdapat tiga komoditas unggulan yang akan diberikan. Yaki bibit cabai terong dan sayuran hijau. Pemilihan jenis bibit itu mengingat Ketiga komoditas itu sebagai penyumbang inflasi tertinggi pada triwulan II yakni 9,08 persen pada sayur sayuran dan sebesar 13,20 pada bumbu bumbuan.

“Kami optimis ini berjalan dan bermanfaat sebagai bekal hidup di masyarakat. Apalagi ini kali pertamanya berikan bantuan kemandirian tentang pertanian,” lanjutnya. Sementara itu Tholib Kepala Kantor Perwakilan Hukum dan HAM wilayah Maluku menyambut baik kerjasama itu. Pembinaan kemandirian bagi napi diyakini mampu membentuk kualitas hidup yang baik di masyarakat nanti. Dia mengaku hal semacam ini amat dibutuhkan. “Baru pertama kali dan memang sangat baik buat mereka. Tujuannya kan biar mereka tidak balik lagi ke penjara. Ya mereka harus bekerja dan produktif,” sebutnya. Saat bekerja pikirian tidak akan kosong.

Menurut dia salah satu faktor yang membuat mereka kembali ke hotel prodeo yakni tidak ada pekerjaan. Alhasil berbagai cara dihalalkan lantaran ada Desakan ekonomi dan tekanan psikologi. Untuk itu kegiatan ini dinilai amat potensial sebagai sumber penghasilan para warga binaan pemasyarakatan nanti. ( IKA )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *