Bantuan Kesehatan Bagi Penderita Jantung di Maluku

by
ILUSTRASI

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Adakalanya keterbatasan informasi dan ekonomi menyulitkan orang untuk mendapatkan layanan kesehatan yang holistik. Bagi warga di Maluku yang berdomisili pada pulau yang jauh, pelayanan kesehatan memadai sangat dibutuhkan. Apalagi bagi mereka yang punya penyakit berat seperti jantung. Layanan bagi penderita jantung membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Sayangnya, warga masih kesulitan mengakses pembiayaan kesehatan.

Data yang tercatat di organinsasi nirlaba Yayasan Jantung Indonesia menunjukkan tingkat kunjungan penderita penyakit jantung masih sangat rendah. “Di sini warga akan dibantu untuk mendapatkan layanan kesehatan pengobatan penyakit jantung,” kata Edet Tuanakota, Bendahara Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Maluku saat ditemui di kantornya di Jalan Dewi Sartika Karang Panjang Ambon, Selasa (10/4).

Edet menilai, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui akan hal itu. Padahal yayasan non profit ini dapat membantu warga yang mengalami masalah pada jantung. Bahkan Edet menyebut pada 2017 yayasan tidak menerima satupun penderita jantung yang datang. “Padahal nantinya mereka bisa dibantu untuk pengobatan gratis di rumah sakit rujukan. Biasnaya mereka langsung ke RSUD dr Haulussy,” katanya.

Yayasan yang berdiri sejak 1998 itu memang tidak mendapat banyak kunjungan dari warga bila dibandingkan cabang lain di Indonesia. Salah satunya karena keterbatasan informasi yang sampai di warga. Data tahun tahun sebelumnya pada 2015 terdapat 4 orang penderita penyakit jantung dan 2016 ada 6 orang penderita. Tiap penderita memiliki riwayat penyakit berbeda beda.”Banyak yang punya keluhan bengkak, atau jantung bocor,” lanjutnya.

Sebelum mendapat rujukan pengobatan, Edet menyebut ada beberapa berkas yang perlu dilengkapi. Pihaknya bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Karena itu yang ingin mendaftar wajib memiliki minimal asuransi kesehatan BPJS. Syarat lain yakni Kartu Keluarga (KK), KTP, serta surat keterangan kurang mampu dari RT setempat. Setelah berkas rampung akan dikirim ke yayasan pusat dengan pertimbangan riwayat penyakit pasien sebelumnya.

Edet menambahkan, pasien bakal ditanggung pembiayaan oleh pusat. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan pelayanan pengobatan yang menyeluruh. Yayasan Jantung Indonesia juga mendapat bantuan dana dari Pemerintah Kota Ambon tiap tahunya sebesar Rp 100.000.000 hingga Rp 150.000.000 untuk menyokong pembiayaan penderita.

Untuk menjangkau banyak warga yang membutuhkan pengobatan pihaknya kini telah membuka Cabang di Masohi dan Tual. Dengan begitu warga dengan mudah bisa mengakses layanan kesehatan terbaik. Untuk kegiatan rutin pihak yayasan terus menggelar senam sehat di Lapangan Merdeka Ambon seminggu dua kali. Senam itu terbuka untuk umum sekaligus mengkampanyekan gaya hidup sehat agar terhindar dari masalah Jantung dan penyakit lain. (BIR)