Banyak Belanja Perawatan Diri, Salah Satu Penyumbang Inflasi Maluku

by
Sumber: supermarket news.com

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Inflasi pada Mei 2020 tercatat tetap terkendali meski ada beberapa sektor baru yang jadi penyumbang inflasi di Maluku. Yakni dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi sebesar 0,83% (mtm).

Ini berkaitan dengan produk atau barang-barang yang menunjang perawatan fisik. Hal ini bisa jadi punya kaitan erat dengan kondisi pandemi virus corona yang mau tak mau haruskan setiap orang menjaga kebersihan diri.

Catatan Bank Indonesia penyebab inflasi pada sektor ini sebesar 0,83 persen (mtm). Inflasi pada kelompok ini utamanya disebabkan oleh naiknya harga emas perhiasan sejalan dengan naiknya harga emas dunia akibat ketidak pastian global karena COVID-19.

Selain itu, harga komoditas perlengkapan rumah tangga juga agak meningkat. Seperti sikat gigi, pasta gigi, dan vitamin rambut, serta beberapa komoditas untuk mendukung kebersihan diri.

Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 0,16% (mtm) pada Mei 2020. Inflasi pada kelompok ini disebabkan oleh naiknya harga kelompok ikan segar dan sayur-sayuran.

“Kedua komoditas tersebut di atas beri andil inflasi terhadap kelompok ini. Faktor tingginya curah hujan di Maluku mengakibatkan pasokan ikan segar dan sayur-sayuran juga mengalami penurunan. Cuaca yang tidak baik berdampak langsung pada tingkat produksi saat panen,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Maluku Noviarsano Manullang melalui rilis yang diterima Terasmaluku.com, Jumat (5/6/2020).

Loading...

Secara keseluruhan besar Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Maluku pada Mei 2020 tercatat inflasi sebesar 0,23% secara bulanan (month to month/mtm). Selain dari kelompok perawatan diri, inflasi bulan ini juga didorong oleh kelompok transportasi sebesar 0,41% (mtm). Hal ini berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah soal pembatasan moda transportasi selama pandemic serta pergerakan orang.

“Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya pengiriman barang baik yang merupakan bagian dalam pelayanan perusahaan maskapai, maupun perusahaan ekspedisi dan kargo sebesar 5%-15% per kilogram tergantung lokasi tujuan. Harga tiket angkutan udara juga mengalami peningkatan seiring dengan diberlakukannya kelonggaran pemberlakuan kembali jadwal penerbangan untuk penumpang khusus,” lanjut Novi.

Untuk menjaga kestabilan perekonomian selama pandemic covid-19 TPID Maluku dan Satgas Pangan punya ragam strategi. Salah satunya pantauan terhadap pasokan dan harga bahan pokok di tingkat distributor besar. Dapat dipastikan stok bahan pokok di Maluku bertahan hingga satu bulan kedepan.

“Masyarakat Maluku juga diharapkan untuk melakukan belanja online. Dimana Kantor perwakilan BI bersama pemkot menginisiasi gerakan #MariKatongBalanjaOnline dengan memanfaatkan aplikasi pembelian bahan pokok online yang sudah ada di kota Ambon,” harapnya. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *