Barang Bawaan Penumpang Kapal Juga Ada Batas Maksimumnya

by
Plt Kepala PELNI Cabang Ambon, Djasman menyebut ada batas maksimal harang bawaan penumpang kabal laut, yakni 50 kilogram perorang (12/2/2019). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Penumpang kapal laut harus lebih cermat membawa barang bawaan. Sebab pemberlakuan batas maksimum bagasi telah diterapkan.

Setelah ramai bagasi berbayar penumpang pesawat, kini angkutan laut juga menerapkan hal serupa. Namun tentu jumlah atau besar barang bawaan tidak seperti penumpang pesawat. Hal itu dibenarkan oleh Plt Kepala Cabang PT. PELNI Ambon, Djasman kepada Terasmaluku.com, Selasa (12/2/2019).

Bahkan Djusman mengaku aturan itu sejatinya telah berlaku lama. Hanya saja ia tidak saklek diterapkan oleh otoritas pelabuhan. “Ini bukan baru, sudah lama. Bahkan telah ada pembaruan aturannya pada 2016,” jelasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, aturan tentang batas maksimum barang bawaan penumpang kapal laut yakni 50 kilogram perorang. Nah, dalam praktiknya, Djasman mengaku penumpang kapal tidak lantas dikenai biaya jika melebihi batas. Menurutnya, pihak PELNI masih mempertimbangkan kondisi calon penumpang.

Apalagi kebanyakan warga memakai moda transportasi laut untuk kebutuhan rute yang jauh. Sudah pasti barang bawaan mereka jauh lebih banyak. “Kita masih liat kondisi ekonomi penumpang. Yang pakai kapal juga banyak yang kondisi ekonomi kurang,” sebut kepala operasional PELNI Cabang Ambon itu.

Barang bawaan penumpang akan dibungkus rapi dengan layanan red pack dan ditempatkan pada tempat khusus. FOTO: Dok. PT. PELNI Ambon

Di lain sisi PELNI kini telah meluncurkan program baru untuk menyiasati jika ada kelebihan barang bawaan penumpang. Yakni dengan red pack yang berlaku nasional pada semua kantor cabang PELNI sejak Agustus 2018.

Red pack ini sejenis ekspedisi khusus yang ditawarkan PELNI kepada para penumpang yang punya kelebihan barang. Prosedurnya, sisa barang yang kelebihan dapat di-drop ke layanan red packyang akan ditempatkan pada tempat khusus. Barang-barang bawaan mereka juga dibungkus dengan kantong khusus berwarna merah dan diangkut oleh petugas pelabuhan. “Jadi ini penumpang tidak perlu bawa lagi. Kalau pakai layanan ini penumpang tau terima beres. Tidak usah sewa buruh, karena kami sudah sediakan petugas khusus red pack,” tegasnya.

Soal harga, terbilang jauh lebih murah dibandingkan ekspedisi biasa. Seperti rute Ambon – Sorong dikenai biaya Rp 8.988 perkilogram, Ambon – Saumlaki Rp 6.733 perkilogram, Ambon – Banda Rp 10.801 perkilogram. Atau rute Ambon – Dobo Rp 8.173 perkilogram. Layanan red pack ini punya batas maksimum per-item yakni 100 kilogram. “Kita ada rencana untuk kerjasama juga dengan ekspedisi lain,” harapnya. (PRISKA BIRAHY)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *