Baru Dikerjakan Sudah Ambruk, Inspektorat Rekomendasikan Proyek Talud Gumumae Diproses Hukum

by
Kondisi talud Gumumae yang ambruk meski baru seumur jagung dibangun. Foto : Sofyan

TERASMALUKU.COM,- BULA-Baru seumur jagung, talud Gumumae yang dibangun pada bibir pantai wisata Gumumae, Desa Sesar, Kecamatan Bula, Kabupaten SBT sudah ambruk.

Bahkan dalam sepekan terakhir, akhir Januari dan awal Februari 2021, talud yang belum tuntas proses pembangunannya ini sudah tiga kali ambruk.  Pembangunan talud ini mulai dikerjakan sejak Oktober tahun lalu sepanjang 700 meter dan ditangani Satker Dinas Pariwisata Kabupaten SBT dengan konsultan CV. Julion Jaya Pratama.

Loading…

Padahal anggaran proyek pembangunan talud Gumumae terbilang cukup besar senilai Rp. 1,4 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten SBT 2020.

Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Nasarudin Tianotak. Foto : Sofyan

Atas persoalan ini, Kepala Inspektorat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Nasarudin Tianotak dengan tegas mengatakan pihaknya akan mengeluarkan surat rekomendasi untuk diproses hukum.

“Beta (saya) akan memberikan rekomendasi untuk diproses secara hukum. Setelah selesai dong (mereka) kerja. Kalau hasil seng (tidak) sesuai,”tegas Tianotak saat diwawancarai di ruang kerjanya Senin, (01/02/2021).

Tianotak mengakui, sudah berulangkali dirinya melakukan panggilan terhadap konsultan perencana talud Gumumae, Saleh Kelrey. Namun, panggilan itu tidak digubris sama sekali.

“Masalah ambruknya talud Gumumae, saya sudah penggil berkali-kali. Memanggil konsultan perencana. Meskipun pemanggilannya bersifat persuasif. Beta (saya) panggil dia, suruh dia datang. Sampai sekarang tidak datang,”kesalnya.

Dari fungsi pengawasan, menurut Tianotak, pembangunan talud Gumumae yang dikerjakan dengan dana milyaran rupiah tersebut tidak memenuhi kualifikasi teknisnya. “Kenapa, karena masa sih kedalaman galian hanya 60 sentimeter,”bebernya.

Padahal dari awal pembangunan, kata Tianotak, dirinya sudah sempat bicara dengan pemilik CV. Julion Jaya Pratama. Selain itu, konsultan perencana juga telah dimintai gambar pembangunan talud Gumumae demi kelancaran tugas pengawasan, namun tidak diberikan.

“Beta (saya) sudah bicara deng Angki. Beta (Beta) juga sudah bicara dengan konsultan perencana Saleh Kelrey. Beta (saya) minta gambar talud Gumumae saja tidak diberikan. Padahal, Beta (Beta) minta gambar itu untuk mengawasi. Kalau seng dikasi gambar, kan masalah. Waktu dong (meraka) ada gali-gali itu beta sudah minta gambar. Maksudnya, mengawasi untuk membandingkan gambar dengan realisasi lapangan pas atau tidak,”tandasnya. (Sofyan)