Baru Dipasang Pemkot, Tujuh Sabun Cuci Tangan di Ambon Hilang

by
Lukman juru parkir di Jalan. A.Y. Patty mengaku sabun cuci tangan yang ditempatkan di sepanjang jalan hilang sejak subuh, (25/3). FOTO: Priska Birahy

ERASMALUKU.COM,AMBON, – Sebanyak tujuh pojok mencuci tangan di sepanjang Jalan A.Y. Patty Kota Ambon sudah tak lagi miliki sabun. Sabun cair dalam kemasan botol yang ditempatkan pada setiap wastafel itu hilang. Yang tersisa hanya wastafel dan tangki berisi air.

Hal itu bahkan sampai mengundang kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ambon, Enrico Matitaputty menulis pada laman akun sosial media pribadinya pagi tadi, (25/3/2020). Enrico mengaku miris melihat kondisi itu, padahal pemkot tengah berupaya memutus penyebaran virus COVID-19 di Ambon.

Pagi-pagi dilaporkan bahwa tempat sabun dan isinya di semua wastafel2 Jl. A.Y. Patty lenyap. Tolong kerjasama dan partisipasi untuk kepentingan bersama, berharap ini kejadian pertama dan terakhir.

Unggahan itu pun menuai banyak perhatian warganet. Lebih dari 700 kali orang membagi postingan. Warganet juga membaginya melalui berbagai grup whatsapp. Tak sedikti yang mengunggah ulang postingan Kadis PU Kota Ambon itu pada akun-akun pribadi.

Loading...

Hal itu jelas mencuri perhatian banyak orang. Banyak yang memberi respon berupa marah dan heran akan kejadian itu. Meski ada sebagian yang menganggap hal itu sudah bisa diperediksi akan terjadi.

Dari pantauan terasmaluku.com, tempat cuci tangan ini memang sengaja dipasang dengan jarak tertentu di sepanjang ruas jalan pusat belanja di Kota Ambon. Beberapa pejalan kaki tampak ada yang bingung dan heran saat hendak mencucui tangan.

Ada yang kadung membasahi tangan dan baru sadar jika tidak ada sabun. Ada juga yang baru mau mencuci lalu begitu sadar mereka lantas beralih mencari lokasi lain. “Beta datang pagi lai su hilang. Padahal di sini sampe subuh itu beta lia masih ada. Kemungkinan orang ambil abis salat subuh. Dia liat situasi dulu itu,” ungkap Luman seorang juru parkir di depan sebuah rumah makan coto 24 jam.

Kepada wartawan dia menyebut, jika wastafel itu baru saja dipasang sekitar dua hari lalu oleh petugas pemkot Ambon. Sudah banyak orang yang melintas di situ dan menggunakan fasilitas yang disediakan pemerintah.

Sayangnya belum sampai seminggu sudah ada yang berani mengambil sabunnya. Padahal tujuan wastafel itu sebagai cara pencegah penyebaran virus COVID-19 dengan rajin mencuci tangan.

Kejadian seperti ini juga mirip dengan yang terjadi di Jember. Dalam salah satu pemberitaan media daring nasional dituliskan tempat sabun beserta sabun yang dipasang di sebelah selatan Alun-Alun Kota Jember, berdekatan dengan kantor Pos Jember hilang. Padahal baru dipasang dua hari di situ.

“Beta jua seng tahu, tapi kalu pemerintah mau pang mungkin bisa basuara beta yang jaga parkir buat simpan akang kalau malam. Nanti pagi beta pasang lagi. Atau dengan pemilik toko di depannya. Itu aman, pasti,” saran Lukman. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *