Baru Tengah Bulan, Sudah ada 15 Kasus DBD Di Kota Ambon

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Bulan pertama 2019 terjadi 15 kasus demam berdarah (DBD) di Kota Ambon. Jumlah ini bahkan lebih besar dari rata-rata angka kejadian per-bulan di 2018.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy, Senin (21/1/2019). Dia menyebut pada musim peralihan seperti saat ini, jadi waktu pas untuk perkembangbiakan nyamuk pembawa bibit DBD. Khususnya di lokasi yang padat penduduk.

Dia merinci 15 kasus itu berasal dari kantong-kantong padat penduduk di dalam kota. “Demam berdarah di Kota Ambon alami peningkatan,” jelas Wendy. Dia menyebut 11 penderita demam berdarah, hingga kini masih dalam perawatan medis pada sejumlah rumah sakit. Sedang empat penderita lain telah dipulangkan. Kondisi mereka, lanjutnya sudah lebih baik serta dapat dibolehkan rawat jalan.

Sementara data dinkes tahun lalu, rerata tiap bualn angka kejadian di bawah 10 kasus. Hal itu tentu berkebalikan dengan kondisi saat ini. Salah satu penyebab DBD yakni lingkungan yang kotor. Padahal Ambon baru saja meraih predikat salah satu kota bersih. “Peningkatan kasus DBD ini disebabkan tingkat kebersihan lingkungan rendah,” jelasnya. Akibatnya produktifitas kembang biak nyamuk kian efektif.

Untuk mengantisipasi kejadian bertambah, pihaknya telah melakukan fogging atau pengasapan pada 15 Januari lalu. Lokasinya pada permukiman padat di Kota Ambon. Seperti Kayu Putih, Karang Panjang dan Halong.

Menurutnya lokasi jadi kantong-kantong kembang biak nyamuk dengan adanya indikasi bibit nyamuk. Dia berharap mulai saat ini masyarakat lebih peduli pada lingkungan. Seperti dengan menutup dna menguras bak secara rutin. Genangan air pun ditiadakan untuk mengecilkan lokasi kembang biak nyamuk. (PRISKA BIRAHY)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *