Batutua Segera Buka Kantor di Ambon

by
Komisi A DPRD Maluku menggelar rapat dengan pendapat bersama Dinas ESDM Maluku dan PT. Batu Tua Permai (BTP) dan PT. Batu Tembaga Raya (BTR) di Ruang Komisi, Senin (22/7/2019). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Perusahaan pertambangan dan produksi tembaga PT Batutua Kharisma Permai (BKP) dan PT Batutua Tembaga Raya (BTR) yang beroperasi Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) segera membuka kantor di Ambon. Komitmen tersebut disampaikan pimpinan BKP-BTR Edi Widodo kepada Komisi A DPRD Maluku, dalam rapat kerja Senin (22/7/2019) di Ambon.

Sebelumnya Komisi A memang meminta BKP-BTR membuka kantor di Ambon, bukan di Kupang karena wilayah kerjanya di Provinsi Maluku. Edi menegaskan bahwa sebelum ada permintaam dari para wakil rakyat itu, pihaknya memang sudah berencana dalam waktu dekat akan buka kantor di Ambon.

Keberadaan kantor di Ambon nanti, baik Komisi A maupun BKP-BTR sepakat itu akan memudahkan koordinasi berbahai hal, karena lokasi operasional di Pulau Wetar jauh dari Ambon. Komisi A juga mengajukan hal lain kepada BKP-BTR, antara lain terkait pengelolaan lingkungan hidup dan rekrutmen tenaga kerja.

Sehubungan dengan itu BKP-BTR menjelaskan bahwa selalu memberikan laporan rencana pengelolaan lingkungan (RKL) dan rencana pemantauan lingkungan (RPL) secara berkala kepada Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Maluku sebagai pembina dan pengawas perusahaan pertambangan. Selain itu, kata Edi Widodo, ada laporan triwulanan atau kuartal yang berisi semua aspek usaha, lingkungan hidup dan kemasyarakat.

Sehuhungan dengan itu, Komisi A dalam salah satu kesimpulan rapat meminta Dinas ESDM selalu memberikan salinan laporan BKP-BTR kepada Komisi A. Hal yang terkait dengan lingkungan hidup, Komisi A mempertanyakan tentang luapan cairan dari lokasi tambang pada Maret lalu.

Edi Widodo menjelaskan bahwa peristiwa itu adalah force majeur atau keadaan kahar atau karena kejadian yang di luar perkiraan. Edi memaparkan bahwa 12 Maret itu terjadi hujan yang sangat deras dengan curah 80 ml. selama berjam-jam.

Boorliant Wisnu, manajer lingkungan hidup BKP-BTR yang mendampingi Edi, turut menjelaskan bahwa dari data curah hujan selama 10 tahun di Wetar maka hujan pada hari kejadian itu adalah yang paling lebat dan lama. Boorliant menegaskan bahwa luapan itu bisa dikendalikan karena adanya kolam-kolam sirkulasi air pernambangan sehingga hampit tidak luapan yang turun ke sungai maupun laut.

loading...

Edi lebih lanjut menyatakan bahwa BKP-BTR dalam melakukan penambangan maupun produksi tembaga tidak membuang tailing atau limbah karena menggunakan sirkulasi tertutup dari kolam ke kolam untuk produksinya. Boorliant menambahkan bahwa saat ini, BKP-BTR sedangenyiapkan kolam lebih besar lagi sebagai antisipasi jika curah hujan lebat terjadi lagi.

Sementara tentang Kali Kuning yang memang berwarna kuning, BKP-BTR menjelaskan bahwa kenyataan sungai yang dasarnya berwarna kuning adalag alamiah dan sudah begitu sebelum BKP-BTR menambang di sana yang dahulunya adalah bekas penambangan emas PT Prima Lirang Mining. Bahkan dalam dokumen PLM disebutkan bahwa sungai itu sudah kuning di bagian muara sedangkan bagian hulunya seperti sungai umumnya.

Boorliant menyatakan bahwa demi meyakinkan dan menjawab pertanyaan serupa yang selalu muncil, maka BKP-BTR pada waktu dekat mengundang tim peneliti dari Universitas Pattimura dan lainnya untuk meneliti Kali Kuning.

Sedangkan tentang tenaga kerja yang menurut Komisi A kebanyakan berasal dari NTT, pihak BKP-BTR menjelaskan bahwa rekrutmen tenaga kerja yang berasal dari lokal Maluku selalu berjalan. Edi menyebut bahwa setiap ada lowongan diberitahukan kepala kepala desa sekitar, dan hanya yang mendapat rekomendasi kepala desa yang mengikuti proses rekrutmen.

Edi mengungkap bahwa bagi BKP-BTR secara bisnis lebug efisien menggunkana tenaga kerja lokal kecuali untuk bagian-bagian yang belum dikuasai oleh tenaga kerja asal lokal. Dia menambahkan bahwa saat ini komposisi karyawan non-lokal dan lokal adalah sekitar 60-40 dan akan yang porsi yang lokal akan bertambah setelah mendapat pelatihak atau peningkatan kemampuan. Dia memberi contoh sejumlah crew atau tenaga lokal yang sudah disekolahlan ke pusat pendidikan hingga ITB di Bandung telah menjadi staf dengan memiliki keahlian. (ADI)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *