Bawaslu Maluku Gandeng Kekuatan Pemuda Awasi Pilkada

by
Ormas Kepemudaan bersama Bawaslu Maluku usai MOU Selasa (22/11).

AMBON-Untuk meningkatkan pengawasan terhadap Pilkada serentak di wilayah Maluku pada 2017, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku melakukan kerjasama dengan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) agar ikut mengawasi tahapan Pilkada. Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan anggota Bawaslu Maluku Abdullah Elly dengan sejumlah Ormas kepemudaan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Maluku Jalan Ot Pattimapauw Talake Ambon, Selasa (22/11).
OMS yang terlibat kerjasama dengan Bawaslu Maluku diantaranya Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Pemuda Anshor, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Maluku dan Fatayat NU. Dengan kerjasama ini, OSM itu diharapkan ikut membantu Bawaslu melakukan pengawasan atas tahapan Pilkada yang digelar pada lima daerah di Maluku.
Komisioner Bawaslu Maluku Abdullah Elly mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Pemilu, peran Bawaslu lebih banyak pencegahan terjadinya pelanggaran daripada tindakan penindakan pelanggaran pemilu.

Loading...

Ia menyatakan, dalam penanganan setiap pelanggaran Pilkada dilakukan dengan pendekatan preventif, konsolidasi emosional dan spiritual, dari pada menunggu ada praktek – praktek pelanggaran yang tidak terhormat.
“Dengan kerjasama ini teman-teman OMS dapat ikut melakukan pengawasan atas setiap tahapan Pilkada, semangat pengawasan kita tetap pada pada pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran Pilkada,” katanya.
Ia menyatakan, jumlah petugas pengawas Pilkada terbesar. Karena itu, kehadiran OSM ikut mengawasi Pilkada sangat membantu Bawaslu baik dalam pencegahan pelanggaran maupun penindakan atas setiap pelanggaran nanti.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Ambon Farham Suneth, mengatakan, dengan penandatananan MoU ini, secara otomatis pihaknya memiliki tugas ikut membantu Bawaslu Maluku mengawal setiap tahapan Pilkada yang digelar pada 15 Februari 2017 nanti.
Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah siap mengemban amanah untuk mengawal setiap tahapan Pilkada yang kini tengah berjalan. “Kerjasama Bawaslu Maluku dan OMS ini merupakan langkah strategis untuk mengawal pelaksanaan Pilkada agar betul-betul aman, damai dan bermartabat,” katanya.
Ia menyatakan, selain Bawaslu sebagai lembaga berwenang untuk mengawasai pelaksanaan Pilkada, pengawasan partisipatif dari kekuatan pemuda sangat menentukan pelaksanaan Pilkada yang bebas dari penyimpangan.
“Kita tidak bisa nafikan bahwa potensi penyimpangan ada pada pergerakan pemuda, nah dengan dilibatkannya pemuda jadi bagian dari pengawasan akan mempersempit penyimpangan-penyimpangan nanti,” katanya. (RUL)