Bedah Kampung Ala TNI Untuk Sejahterakan Warga Desa di Ambon

by
Aparat TNI bersama warga membangun talud desa di Pulau Ambon dalam program TMMD ke 98 2017. (FOTO : PENREM 151/BINAIYA)

JEMAAT SYALOM Gereje  Eklesia Negeri atau Desa  Latuhalat  Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, tidak lagi dibayangi kecemasan saat musim hujan. Jemaat di desa itu  kini bisa beribadah dengan tenang saat  hujan tiba. Ini terjadi setelah tanggul di Latuhalat yang rusak dibangun aparat TNI lewat program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 98 Tahun 2017.

Tentara bersama warga  Latuhalat bahu membahu, bergotong royong memperbaiki  sistem drainase di  desa  itu yang selama ini menjadi pemicu  banjir saat musim hujan. Banjir tidak hanya menggenangi rumah warga tapi juga masuk ke Gereja Eklesia, sehingga jemaat gereja itu tidak bisa beribadah.

“Tapi kini masalah banjir sudah teratasi setelah TNI lewat program TMMD memperbaiki sistem drainase yang selama ini menjadi pemicu banjir di desa kami. Warga bisa beribadah dengan tenang di gereja,” tutur  Raja Negeri Latuhalat Audry Sahuteru akhir April lalu.

Tidak hanya Latuhalat yang disentuh tentara lewat prorgam TMMD 2017, ada sejumlah desa di  Kecamatan  Nusaniwe dan Leitimur Selatan Kota Ambon   juga mendapatkan program yang sama. TMMD  dibuka Asisten I Walikota Ambon, Angganoto Ura di Lapangan Bola Dusun Airlouw, Desa Latuhalat  pada  Rabu (5/4) lalu. Program ini berlangsung sebulan dan berakhir  Jumat  (5/5).

Angganoto yang kala itu membacakan sambutan  Penjabat Walikota Ambon Frans J Papilaya  menyatakan,  Pemerintah Kota Ambon  sangat mengapresiasi apa yang dilakukan TNI lewat program  TMMD. Lewat program ini, tentara bersama warga  membangun berbagai infrastruktur desa  dengan sebutan bedah kampung, seperti jalan satapak,talud desa, perbaikan sistem drainase,  balai pertemuan desa, serta fasilitas lainnya.

Tidak hanya itu, tentara bersama instansi terkait lainnya juga membantu warga dengan program  non fisik.  Seperti pengobatan gratis,penyuluhan pertanian dari Dinas Pertanian Ambon, penyuluhan HIV/AIDS dan penyuluhan anjing rabies dari Dinas Kesehatan Ambon, penyuluhan  program KB, penyuluhan Kamtibmas serta menanamkan kecintaan terhadap NKRI.

“Pelaksanaan TMMD  sangat membantu warga kami di desa, tidak semua program pemerintah menyentuh warga.  Tapi lewat program TMMD, apa yang  belum dilakukan pemerintah  bisa dibuat TNI bersama warga,”kata  Angganoto saat membacakan sambutan Penjabat Walikota Ambon.

Ia menyebutkan,  program  TMMD  dengan berbagai kegiatan itu   dapat  mensejahterakan masyarakat di desa.  Baginya, TMMD merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung serbuan teritorial. Dengan cara ini, TNI akan semakin mencintai dan tentu  dicintai oleh rakyatnya.

“Semua kegiatan yang dilaksanakan demi mewujudkan masyarakat yang memiliki jiwa persatuan dan kesatuan, sehingga memiliki ketahanan wilayah yang tangguh dalam menanggapi setiap permasalahan dan persoalan bangsa serta mampu mewujudkan kondisi sosial masyarakat yang kondusif,” tutur Angganoto.

Komandan Kodim (Dandim)  1504/Pulau Ambon, Letkol Infanteri Roynald Sumendap menyatakan, TMMD  merupakan   program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan kementerian,lembaga pemerintah non kementerian, pemerintah daerah dan komponen bangsa lainnya.  TMMD   kali ini mengusung tema “Dengan semangat kemanunggalan TNI-Rakyat kita percepat pembangunan di Daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menjaga keutuhan wilayah NKRI.

loading...

Sebanyak 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) personil gabungan dilibatkan dalam program TMMD 2017. Yakni dari Kodim 1504/Ambon, Yonif 733/Raider, Denzipur-5/CMG, Denkav-5/BLC. Dalam personil gabungan ini  juga terdapat anggota Lantamal IX,  Lanud Pattimura, Polres  Pulau Ambon serta masyarakat di tiap  desa yang menjadi sasaran TMMD.

Roynald menyatakan, program  ini merupakan kepedulian TNI untuk  peningkatan kesejahtheraan masyarakat di desa. “TMMD ini merupakan komitmen TNI dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat. Program ini  sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa,” kata Roynald, yang juga Komandan Satuan Tugas (Dansatgas)  TMMD ke-98.

Roynald menuturkan, kegiatan fisik pada program TMMD diarahkan untuk membangun infrastruktur, sarana dan prasarana yang betul-betul menjadi kebutuhan masyarakat desa. “Kita membangun berbagai infrastruktur yang langsung menyentuh kepentingan dan perbaikan kehidupan masyarakat desa,“ katanya.

Ia menyatakan, selama pelaksanaan TMMD sarana fisik yang dibangun di Desa Hukurila Kecamatan Leitimur Selatan diantaranya,  seperti  renovasi Balai Pertemuan Negeri Hukurilla, pembuatan drainase jalan pos sepanjang 52,50 meter dan pembuatan drainase gang rambutan sepanjang 52,50 meter.

Di Negeri Hutumuri, pembuatan drainase lingkungan jalan Waru sepanjang 52,50 meter. Sementara di Dusun Omputty Negeri Latuhalat Kecamatan Nusanise, dibangun drainase sepanjang 333,10 meter, pembuatan jalan lingkungan sepanjang 291,56 meter di Negeri Latuhalat. Pembuatan drainase lingkungan sepanjang 82 meter Negeri Latuhalat dan  pembangunan drainase lingkungan sepanjang 278,70 meter di Negeri Amahusu serta sarana fisik lainnya.

“Selain itu juga  kegiatan  non fisik  seperti penyuluhan  baik di bidang pertanian, kesehatan, pencegahan bahaya narkoba, penyuluhan hukum dan Kamtibmas dari Polri serta penyuluhan wawasan nusantara yang dari aparat  Kodim Pulau Ambon,” katanya.

Kegiatan TMMD berakhir Jumat (5/5), pemerintah dan warga berharap aksi TNI dalam program ini dapat terus berlangsung lagi. “Program ini harus dijalankan tiap tahunnya, karena sangat banyak  membantu dan sangat  bermanfaat bagi  warga, baik melalui program pembangunan fisik maupun non fisik, warga bisa mengetahui apa yang belum diketahui, dan itu menjadi modal bagi mereka di desa,”kata Angganoto. (Alfian Sanusi)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *