Begini Kronologi Tenggelamnya Kapal Nelayan di Perairan Pulau Banda

by
Foto : Basarnas Ambon

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kapal nelayan Banda tenggelam saat melaut di Perairan Pulau Banda, Sabtu (7/8/2021). Satu ABK meninggal, sedangkan kapten sekaligus pemilik kapal masih belum ditemukan.

BACA JUGA : Kapal Nelayan Banda Tenggelam, Satu ABK Meninggal Dunia, Kapten Masih Belum Ditemukan

Kapolsek Pulau-pulau Banda, Iptu Aris. Foto : Istimewa

Kepolsek Pulau-pulau Banda, Iptu Aris menjelaskan kronologi kejadian naas yang menimpa kapal nelayan yang akrab disebut motor bobo oleh masyarakat Pulau Banda itu terjadi pada Sabtu dini hari usai kapal nelayan yang dinahkodai Herson Launga itu menjaring ikan di salah satu rumpon di sekitar perairan Pulau Gunung Api Banda.

Kapal nelayan milik Herson, korban hilang sampai saat ini itu sebelumnya telah menjaring 2 hingga 3 ton muatan ikan.

Karena beratnya muatan ditambah lagi arus kencang dan gelombang tinggi, Herson menghubungi saudaranya bernama Mashadi yang juga nelayan untuk membantu menarik kapalnya.

Sekitar pukul 03:30 WIT Sabtu pagi, Mashadi sempat tiba di lokasi untuk tarik kapal milik Herson. Namun naasnya karena beratnya muatan ikan ditambah lagi dengan bobot jaring, sehingga kapal milik Herson tidak bisa diselamatkan lagi.

“Pada saat bobo (kapal nelayan) tenggelam, si Herson ini dia tidak sempat lagi keluar dari bobo dan terbawa ke dalam laut bersama bobo,”terangnya

Sedangkan 27 ABK kapal milik korban Herson lanjut selamat dan dievakuasi kapal milik Mashadi, saudara Herson.

“Setelah itu dari 28 orang, dua orang pingsan diatas bobo (milik Mashadi). Namun satu mau sempat dilarikan ke rumah sakit tapi meninggal dalam perjalanan atas nama La Wole Lahangu, sedangkan satu ABK lagi bernama Upi setelah mendapatkan pertolongan sudah sembuh dan sudah dipulangkan ke rumahnya di Tanah Rata,”terangnya. (Ruzady)