Begini Pandangan dan Saran IDAI Terkait Rencana Belajar Tatap Muka Tahun Depan

by
FOTO: FACEBOOK IDAI

TERASMALUKU.COM,-JAKARTA-Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) angkat suara terkait rencana dimulai transisi pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal tahun depan.

Bukan tanpa alasan IDAI menyampaikan pendapatnya atas rencana pemerintah itu.  Dalam keterangan resmi IDAI dijelaskan, bahwa pembukaan sekolah untuk kegiatan belajat mengajar tatap muka mengandung resiko tinggi terjadinya lonjakan kasus COvid-19 karena anak masih berada dalam masa pembentukan berbagai perilaku hidup yang baik agar menjadi kebiasaan rutin.

Bahkan di Indonesia sendiri satu dari sembilan kasus terkonfirmasi Covid-19 adalah anak usia 0-18 tahun sesuai data 29 November dengan proporsi kematian anak akibat Covid di Indonesia sebesar 3,2 persen yang merupakan tertinggi di Asia Pasifik saat ini.

Di lain sisi, anak menjadi yang Dimana anak yang tanpa gejala maupun gejala ringan
dapat menjadi sumber penularan kepada orang disekitarnya. Begitu juga bukti-bukti juga menunjukkan anak dapat mengalami gejala Covid yang berat dan mengalami suatu penyakit peradangan hebat yang diakibatkan terinfeksi Covid ringan sebelumnya.

Olehnya itu, IDAI mengemukakan pendapat mereka terkait renacana dibuka kembali belajar tatap muka di sekolah. Terdapat sejumlah point penting yang dikemukakan IDAI.

Diantaranya, jika memperhatikan panduan dari WHO, publikasi ilmiah , media massa dan data Covid di Indonesia maka saat ini IDAI memandang bahwa pembelajaran melalui sistem jarak jauh (PJJ) lebih aman.

Kalau pun akan dibuka maka, kebijakan membuka sekolah di masing-masing daerah harus meminta pertimbangan dinas kesehatan dan organisasi profesi kesehatan setempat dengan memperhatikan apakah angka kejadian dan angka kematian covid di daerah tersebut masing meningkat atau tidak.

Selanjutnya, pihak sekolah harus memenuhi standar protokol kesehatan dengan memastikan dukungan fasilitas yang memadai sesuai anjuran dan petunjuk yang berlaku. “Perlu adanya mekanisme pemantauan pemenuhan standar protokol kesehatan. Pihak sekolah perlu memiliki standar prosesdur operasional apabila terdapat murid, guru dan atau staf yang sakit dan terkonfirmasi Covid,” kata Ketua Umum IDAI, DR. Dr. Aman B. Pulungan, Sp,A(K), FAAP, FRCPI(Hon) dalam siaran pers yang diterima Terasmaluku.com, Selasa (1/12/2020).

Loading...

Untuk orang tua, IDAI berpendapat perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memberikan persetujuan dibukanya sekolah untuk belajar tatap muka.

Diantaranya, sebaiknya tetap mendukung kegiatan belajar dari rumah, pertimbangkan apakah partisipasi anak dalam kegiatan tatap muka lebih bermanfaat atau justru meningkatkan resiko penularan.

Untuk point ini maka hal yang perlu diperhatian orang tua adalah apakah anak sudah mampu melaksanakan kebiasaan cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak atau belum. Selanjutnya apabila anak masih sangat memerlukan pendampingan orang tua saat sekolah, maka sebaiknya anak belajar dari rumah jauh lebih baik.

Kemudian apabila anak miliki kindisi komorbid (penyakit bawaan) maka sebaiknya anak belajar dari rumah. Begitu juga kelompok usia dan resiko tinggi di rumah yang mungkin berpotensi tertular covid apabila banyak anggota keluarga yang beraktivitas di luar rumah pun perlu diperhatikan.”Orang tua juga wajib mengecek apakah sekolah sudah memenuhi standar prokes atau belum,”imbuhnya.

Kebutuhan penunjang yang dipergunakan anak ke sekolah juga tidak luput dari point penting yang perlu diperhatikan orang tua jika menyetujui belajar tatap muka di sekolah. Seperti sarana transportasi, bekal makanan dan minum, masker, pembersih tangan serta persiapan tindaklanjut apabila mendapat kabar dari sekolah kalau anak sakit (diantaranya fasilitas kesehatan yang akan dituju untuk perawatan lebih lanjut, asuransi kesehatan dan dan sebagainya.

Orang tua juga diminta untuk ajarkan anaknya untuk mengenali tanda dan gejala awal sakit serta melapor ke guru jika apabila dirinya atau teman menunjukkan gelaja sakit.

Tidak hanya itu saja, orang tua juga diminta ajarkan anak untuk menganti baju, mandi dan membersihkan perlengkapan sekolah sepulang dari sekolah. “Dalam membuat keputusan pasrtisipasi anak untuk ikut pembelajarn tatap muka, sebaiknya mengacu pada pertimbangan dan persiapan yang telah diuraikan ini,”tandas Aman. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *