Begini Respon Disdukcapil SBT Atas Masuknya PSK Eks Tanjung

by
Kepala Disdukcapil Kabupaten SBT, Sidik Rumalowak. FOTO : DOK. PRIBADI

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akan mengambil berbagai langkah menyusul informasi masuknya pekerja seks komersial (PSK) eks lokalisasi Tanjung Batu Merah ke Kota Bula Kabupaten SBT. Kepala Disdukcapil Kabupaten SBT, Sidik Rumalowak mengatakan meski baru sebatas informasi namun secara internal pihaknya sudah mengambil langkah-langkah agar warga tidak resah.

“Ini baru informasi, tapi untuk membuat warga tidak gelisah maka Pemda wajib mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk pengawasan. Dengan adanya informasi lepas ini maka unit kami secara internal sudah mengambil langlah-langkah. Besok, Sabtu saya akan lakukan rapat internal dengan semua Kabid, Kasi di lingkup Disdukcapil, untuk menyusun Sandart Operating Prosedur (SOP) dalam rangka swiping identitas kependudukan di setiap rumah kontrakan, tempat hiburan dan lainnya,”kata Sidik saat dihubungi Terasmaluku.com, Jumat (14/2/2020) menanggapi masuknya PSK eks Tanjung ke Kota Bula.

Loading...

Sidik mengatakan akan mengajak Satpol PP dan aparat keamanan lainnya termasuk aparat desa saat swiping identitas.  Pihaknya juga akan meminta persetujuan dan berkoordinasi dengan Sekda Kabupaten SBT untuk meminta arahan dan petunjuk terkait informasi tersebbut. “Tentu kita akan melaporkan hasilnya kepada Kepala Daerah,” ungkap Sidik.

BACA JUGA : Ternyata PSK Eks Tanjung Dikirim ke Kota Bula

Sidik mengatakan dari sisi penataan hak-hak sipil sebagai warga negara, ketika ada orang datang ke sebuah daerah untuk mencari pekerjaan yang halal, maka pemerintah setempat tidak bisa mencegah. Namun sebaliknya lanjut Sidik, jika ada warga terbukti datang dan mencari nafkah sebagaimana profesi di tempat awalnya maka tentu Pemda akan mencegah. Apalagi SBT merupakan daerah yang penuh dengan adat istiadat serta kultur budaya yang kuat.

“Yang  jelas Pemda dan masyarakat sangat menolak dan mengambil langkah tegas ketika para PSK eks dari lokalisasi lain melakukan operasi di daerah kami,” kata Sidik. Seperti diberitakan Terasmaluku.com sejumlah PSK eks lokalisasi Tanjung masuk ke Kota Bula. Mereka diduga dikirim oleh germo untuk dipekerjakan pada sejumlah tempat karoeke di Kota Bula pasca penutupan Lokalisasi Tanjung, Kamis (6/2/2020).  (ADI)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *