Belajar Dari SBT Bersihkan Pandemi Covid-19, Penjelasan Mukti Hingga Hadi

by
Lokasi karantina pasien Covid-19 di Kota Bula Kabupaten SBT kini kosong.

Dunia masih panik dengan penyebaran pandemi Covid-19. Aktifitas berbagai negara belum lagi pulih seperti biasanya. Misalnya, di Indonesia saat ini. Masalah akan virus corona atau covid-19 terjadi dimana-mana. Vaksin penyembuh pasien Covid-19 belum juga ditemukan.

Jauh dari itu, di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) ada pertunjukan kerja keras yang dilakukan Tim Gugus Tugas yang kini berganti nama Satgas Penanganan Covid-19.

Kabupaten SBT Provinsi Maluku terkini dinyatakan bersih dari pandemiCovid-19. Keberhasilan membasmi pandemi ini, tidak hanya diperangi oleh tim Satgas semata, melainkan tingginya tingkat kesadaran yang tumbuh dari masyarakat di Bumi Ita Wotu Nusa itu.

Bupati SBT Abdul Mukti Keliobas, bercerita akan kondisi penanganan Covid-19 yang dilakukan Tim Gugus Tugas hingga SBT bersih dari Covid-19. “Kita melakukan penjagaan ketat semua pintu masuk, untuk memastikan orang yang masuk ke SBT, bebas dari Covid-19,” tutur Bupati Abdul Mukti Keliobas Jumat 25 September 2020.

Upaya penanganan Covid-19 di Kabupaten SBT kata Bupati, semua itu terlaksana dengan baik akibat kebersamaan pekerjaan yang ditunjukkan Tim Gugus Tugas Covid-19. “Tidak lupa dengan tingkat kesadaran masyarakat yang begitu tinggi,” katanya.

Menuju zona hijau, adalah hasil yang sangat maksimal dari pekerjaanya selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19. Walaupun, saat dalam kondisi panas-panasnya penyebaran Covid-19 di SBT terkena sebanyak 41 pasien yang terpapar Covid-19. Akan tetapi semuanya dapat diatasi dengan baik.

Dibalik kerja keras Mukti Keliobas perangi pandemi dari zona merah menuju zona hijau, tentu banyak upaya yang ia lakukan. “Saya menunda ratusan mahasiswa yang dari luar kota masuk ke Kabupaten SBT. Seperti dari Kota Sorong, dan dari Kota Ambon” ucap Abdul Mukti Keliobas.

Selain itu, upaya penjagaan pada tiap pintu masuk kecamatan dilakukan penjagaan paling ketat. “Semua pintu masuk ke kecamatan dilakukan penjagaan ketat oleh tim satgas Covid-19” katanya. Bahkan, kata Mukti, setiap desa maupun dusun, dilakukan hal yang sama.

Diketahui, Abdul Mukti Keliobas, adalah Bupati di Kabupaten Seram Bagian Timur sejak tahun 2015 sampai 2020. Di masa tugas kepemimpinannya, banyak terobosan yang dilakukan demi mencapai kesejahteraan masyarakat.

Loading...

Walaupun, belum maksimal seperti pada kabupaten-kabupaten lain. Akan tetapi, waktu singkat kepemimpinan itu, masyarakat sudah mampu merasakan sedikit kesejahteraan dari segi pelayanan pemerintahan, pembangunan, hingga sampai pada pelayanan publik.

“Walaupun SBT masuk pada zona hijau, akan tetapi kita musti menjaga. Jangan sampai kita masuk di dalam klaster-klaster baru,” ucap Pjs Bupati SBT Hadi Sulaiman saat memberikan arahan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di depan Kantor Bupati Kabupaten SBT Selasa, 29 September 2020.

Hadi, yang juga Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku ini menjelaskan, Pandemi Covid-19 merupakan musibah yang mendunia. Sementara di Indonesia, kata Hadi, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

“Pemerintah Pusat (Pempus) mampupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) sampai ke Pemerintah Daerah (Pemda), selalu bekerja memberikan menghibaun agar masyarakat selalu mentaati protokoler kesehatan” tutur Hadi, sembari mengingatkan bagaimana pentingnya menjaga diri demi terhindar Covid-19.

Untuk itu lanjut Hadi, masyarakat di Bumi Ita Wotu Nusa harus mempertahankan kondisi zona hijau saat ini. Khawatir birokrasi senior Provinsi Maluku tersebut, jangan sampai SBT masuk pada zona kuning maupun merah. “Semula elemen masyarakat harus pertahanan kondisi ini dengan menjaga protokoler kesehatan” katanya.

Sementara Itu, Kapten Infanteri Lucy Pattimura berpesan, masyarakat SBT terus menyampaikan rasa bersyukur ke sang maha pencipta. Karena SBT, telah masuk pada zona hijau alias bebas dari Covid-19. Namun menurut Lucy Pattimura, ini bukan berarti SBT sudah aman dari wabah corona itu. “Corona selalu mengancam setiap saat,” tutur Lucy Pattimura.

Lucy Pattimura mengatakan beberapa bulan lalu Kabupaten SBT lebih dari 40 orang terkonfirmasi covid-19. “Alhamdulillah berkat kerja keras kita bersama tim Covid-19 SBT, sehingga semua bisa teratasi dan kini SBT bebas dari Corona” kata Lucy Pattimura.

Untuk itu, Lucy Pattimura berpesan agar masyarakat di Bumi Ita Wotu Nusa selalu taat pada protokoler kesehatan.”Saya ingin mengatakan buat saudara-saudaraku di SBT semuanya. Mari kita tetap patuhi protol kesehatan dengan tetap gunakan masker, tetap cuci tangan dan tetap jaga jarak. Dan tetap berdoa semoga kita semua terhindar dari wabah corona, Amin (Sofyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *