Belum Capai Target 95 Persen, Imunisasi MR Diperpanjang

Belum Capai Target 95 Persen, Imunisasi MR Diperpanjang

SHARE
Kadis Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy mengatakan imunisasi MR diperpanjang hingga 31 Desember. dia berharap anak usia 9 bulan - 15 tahun yang belum mendapat vaksin segera diimunisasi

TERASMALUKU.COM,-AMBON – Pemenuhan target imunisasi campak dan rubela diperpanjang hingga 31 Desember. Keputusan Kemenetrian Kesehatan Republik Indonesia itu lantaran masih banyak daerah yang belum capai tergat. Salah satunya Kota Ambon.

Berdasar data dinas kesehatan kota hingga 15 Oktober 2018, capaian imunisasi Measles dan Rubela (MR) di Kota Ambon sebesar 60,96 persen dari target 95 persen. Itu artinya 69,998 anak di Kota Ambon sudah menerima imunisasi MR.

Kementrian melalui lembaga kesehatan di daerah pun berupaya menggenjot angka tersebut. Yakni dengan menambah durasi imunisasi. Sebelumnya program bulan imunisasi diperpanjang dua kali. Yakni pada September kemudian diperpanjang hingga Oktober.

Penambahan waktu dimaksud untuk memperkecil kemungkinan penularan campak rubela. “Indonesia itu masuk urutan ke sembilan di dunia, negara dengan kasus campak rubela terbanyak,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Wendy Pelupessy di ruangannya, Kamis (8/11) siang.

Berdasar data kesehatan dunia, lanjut Wendy Indonesia termasuk negara dengan tingkat penyebaran virus MR cukup tinggi. Salah satu penyebab, ada penolakan orang tua terhadap pemberian vaksin MR. Di Kota Ambon ada empat puskesmas yang cakupan imunisasinya belum genap. Seperti di Puskesmas Air Salobar, Rijali, Air Besar dan Waiheru.

“Penolakan itu banyak di wilayah yang mayoritas muslim. Kami lakukan pendekatan dan kasih pemahaman biar tidak salah paham. Apalagi MUI sudah berikan pernyataan,”lanjut Wendy. Hal itu berdampak pada indeks pencapaian imunisasi kota yang rendah.

Data terbaru dinkes kota menyebut capaian imunisasi hingga November baru 85,28 persen berdasar sumber Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ambon. Sementara data dari BPS menunjukkan angka 72,8 persen.

Pihaknya memang memakai dua data itu sebagai pelengkap. “Kami tetap pakai dua data itu supaya dapat info yang jelas di lapangan,” lanjutnya. Dia berharap perpanjangan waktu itu memudahkan orang tua untuk membawa anaknya imunisasi. Peta penyebaran virus serta kekebalan kelompok yang belum rampung dikhawatirkan berdampak pada kesehatan anak di Kota Ambon.(PRISKA BIRAHY)

loading...