Belum Semua Ahli Waris di Maluku Terima Santunan Kematian Covid-19

by
Proses pemakaman jenazah di TPU Hunuth Kota Ambon, Rabu (2/9/2020). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan santunan Rp 15 juta kepada ahli waris dari tiap korban yang meninggal dunia akibat  covid-19. Santunan ini untuk meringankan keluarga korban serta sebagai bentuk perhatian negara kepada masyarakat yang terdampak covid-19. Di Maluku dari 36 yang meninggal dunia akibat covid-19, baru delapan ahli waris yang menerima santunan sebesar Rp 15 juta.

“Baru delapan yang menerima santunan, karena kalau ada penambahan pasti saya tahu, walaupun pengurusan oleh kabupaten kota tapi rekomendasi itu harus dari provinsi. Sekali lagi sampai saat ini baru delapan ahli waris yang menerima santunan kematian sebesar 15  juta rupiah tiap korban,”ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pining kepada  wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (10/9/2020).

Lalu apa yang menyebabkan belum seluruh ahli waris menerima santunan kematian, Pinning mengaku tidak mengetahui pasti. Karena saat ini menurutnya semua pengurusan sudah dialihkan, dan menjadi tanggungjawab masing-masing kabupaten/kota, untuk diproses sesuai prosedur Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Loading...

Dinsos Provinsi sudah menyurati kabupaten/kota untuk mengikuti prosedur tersebut.  Sartono mengatakan ahli waris yang belum menerima santunan kematian itu kemungkinan karena kelengkapan administrasi belum lengkap. Apalagi santunan kematian ini menyangkut akuntabilitas keuangan untuk pertanggungjawaban nanti.

“Saya kira ini terkait dengan kelengkapan karena kelengkapan ini sebagai bagian yang penting, karena ini terkait akuntabilitas keuangan dalam pertanggungjawaban. Sehingga kalau kita beproses kesana (Kemensos) harus ada akta kematian, keterangan ahli waris, bukti domisili dan lain sebagainya, ini yang harus dipenuhi. Tetapi saya cek lagi hambatannya dimana, kita berharap bisa dilengkapi untuk kemudian diproses,”sambungnya.

Di lain sisi kata Sartono, kondisi psikologis ahli waris korban meninggal juga tidak bisa dipaksakan untuk secepatnya melengkapi adminsitrasi.

Sartono juga mengatakan pemerintah mempermudah ahli waris mendapatkan keterangan kematian dari Rumah Sakit dan juga memberikan pendampingan kepada ahli waris untuk pemenuhan administrasi yang harus dipenuhi. (Ruzady Adjis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *