Bendera RMS Berkibar di Hari Pattimura, Tiga Orang Petani Dari Ulath Jadi Tersangka

by
AP dan ML saat akan dipindahkan dari Polsek Saparua ke Polresta Ambon, Sabtu (15/5/2021). Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tiga orang petani asal Negeri Ulath, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengibaran bendera RMS di Negeri Ulath Sabtu 15 Mei 2021 kemarin yang juga bertepatan dengan Hari Pattimura ke-204.

Tiga tersangka ini masing-masing A.P (32), M.L (43) dan F.P (60).

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Izack Leatemia menjelaskan, insiden pengibaran bendera RMS ini pertama kali diketahui pada Sabtu 02:30 WIT oleh Bhabinkamtibmas Negeri Ulath, Bripka Jhodi Manukuley.

Saat itu dua buah bendera terlarang itu terlihat tengah dinaikkan di pohon mangga belakang rumah milik Ape Manuputty. Bendera yang dikenal dengan “Bendera Benang Raja” itu dinaikkan AP dan ML.

Sekitar pukul 03:00 WIT dua buah bendera berukuran 2 meter kali 110 centimeter persegi itu berhasil diturunkan.

Selanjutnya, Bripka Jhodi pun melaporkan kejadian ini kepada Kapolsek Saparua, AKP Roni F. Manawan.