Bentang Bendera RMS di Mapolda Maluku, Kabid Humas : Tiga Pimpinan FKM RMS Datang Serahkan Diri

by

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Tiga orang warga yang membawa bendera Republik Maluku Selatan (RMS) diamankan petugas polisi. Dengan berjalan kaki ketiganya menjunjung bendera empat warna dan langsung memasuki halaman Polda Maluku, Batu Meja Kota Ambon dengan tujuan menyerahkan diri, Sabtu (25/4/2020) siang.

Dari sejumlah video amatir yang beredar luas tampak mereka dengan tenang berjalan dari arah Jembatan Wae Tomu Skip dan memekikan bahasa tanah ‘Mena Muria’ yang dicomot sebagai selogan RMS. Dalam perjalanan menuju halaman Polda itu tak terlihat ada petugas kepolisian yang berusaha mencegat mereka di luar.

sumber/istimewa

Baru saat masuk area polda, anggota yang berjaga langsung menghadang dan mendekati ketiga orang itu. Dari video juga terlihat tiga anggota itu membentangkan bendera RMS di halaman Mapolda Maluku. Dalam video itu juga, ada anggota berpakaian preman yang langsung menutup pintu dan ketiganya dibawa untuk diperiksa lebih lanjut.

Usai kejadian itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Polisi Muhammad Roem Ohirat menjelaskan melalui keterangan pers. Ketiga orang itu datang untuk menyerahkan diri. Dia membantah kedatangan itu untuk tujuan pengibaran, melainkan untuk menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Loading...

“Hari ini mereka mendengar bahwa ada beberapa warga masyarakat yang ditangkap oleh aparat. Sebegai wujud tanggung jawab mereka kepada warga yang ditangkap, ketiganya datang ke Polda untuk menyerahkan diri,” jelas Roem sore.

Tiga orang pembawa bendera yakni Simon Viktor Tihitu, 57 tahun dan berdomisili di Batu Gajah, Abner Litamahuputty, 44 tahun tinggal di Kudamati, dan Jannes Pattiasina, 52 tahun beralamat di Kayu Tiga.

Menurut Roem dari hasil interogasi mengakui bahwa mereka saat ini adalah Pimpinan FKM RMS. Dua dari tiga rang itu bahkan terlihat dalam sebuah video yang mereka unggah sendiri di kanal youtube pada 18 April 2020. Isi video itu mengajak masyarakat mengibarkan bendera RMS.

Namun hari ini mereka mendengar ada beberapa anggota masyarakat yang ditangkap oleh aparat. Karena itu kedatangan mereka ke Mapolda Maluku sebagai wujud tanggung jawab atas warga yang ditangkap itu bersamaan dengan HUT RMS setiap 25 April.

“Saya yang wawancara mereka, meraka datang serahkan diri. Mereka bawa bendera itu sudah di halaman luar Polda dan sudah hendak masuk, anggota jaga yang melihat kemudian segera keluar dan ambil tindakan,” lanjut kata Roem.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti 1 buah bendera ukur 1×2,5 meter,  1 buah masker bergambar bendera RSM, 1 buah telepon genggam. Ketiganya kini tengah mnejalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Maluku.

Bersamaan dengan itu polisi juga menangkap 5 orang simpastisan RMS yang turut mengibarkan bendera. Pihak kepolisian menemukan bahwa tujuan menaikan bendera yakni untuk mendapat sorotan media agar mereka mendapat bayaran. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *