Beras Gratis Dari ACT, Berkah Warga Maluku Tengah di Musim Paceklik

by
Kepala Cabang ACT Maluku Wahab Loilatu bersama warga Dusun Sapuri, Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, Jumat (31/1/2020). Sebanyak 1,5 ton beras dibagikan ke sejumlah warga desa, salah satunya Desa Hitu. FOTO : ACT MALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Maluku dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mendistribusikan 1,5 ton beras untuk keluarga prasejahtera di Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (31/1/2020). Bantuan kemanusiaan itu menyapa 300 warga yang berada di Dusun Sapuri, Dusun Oli Tengah, dan Dusun Oli Atas di Desa Hitu, Dusun Waipoot di Desa Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Kepala Cabang ACT Maluku Wahab Loilatu mengantar langsung amanah Sahabat Dermawan berupa beras terbaik untuk warga prasejahtera di desa ujung utara pesisir Pulau Ambon itu. Bantuan beras ini merupakan  salah satu program Sahabat Keluarga Prasejahtera Indonesia. Warga menyambut gembira bantuan beras tersebut.

Kepala Dusun Sapuri, Ridwan mewakili warga berterima kasih kepada ACT. Ia mengatakan, sebagian besar warga Sapuri bermata pencaharian sebagai petani dan buruh bangunan. “Empat  bulan cuaca di Pulau Ambon begitu terik membuat tanaman mereka mati tidak dan tidak dapat bercocok tanam,” kata Ridwan.

Sebab itu, Ridwan mengatakan, warga amat mensyukuri bantuan pangan yang datang di musim kering ini.“Beta selaku Kepala Dusun Sapuri mewakili warga Sapuri berterima kasih untuk ACT dan para dermawan yang telah memberikan beras secara gratis. Semoga Allah mengganti dengan rezeki yang lebih untuk ACT dan para dermawan,” tambah Ridwan.

Wian, warga Dusun Waipoot, juga menyampaikan rasa terima kasihnya. Wian mengaku, saat ini lahan petani sedang dilanda kekeringan. “Untuk cocok tanaman pun tidak bisa. Harus mengambil air dari perkampungan. Jarak dari perkampungan ke kebun sekitar satu kilometer,” kata Wian.

Jalan yang harus dilalui warga pun menanjak dan terjal. Semua itu warga lakukan untuk menyirami tanaman mereka. Wian menambahkan, sudah hampir tujuh bulan warga harus bolak balik mengambil air dari perkampungan  ke kebun. “Kami berharap semoga dermawan ada yang membantu kebutuhan air bersih di Desa Waipoot,” harapnya.(ADV)