Berawal Jual Oli, Kini Pengusaha Laundry di Ambon

by
Dade Daengrosso, di Athari Shoe Care di Jalan Jenderal Sudirman Galunggung Kota Ambon. FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

“Apapun kerjakan saja. Apa yang ada di otak segera lakukan, nanti pasti muncul ide baru”. Dade Daengrosso tidak pernah merencanakan bahwa usaha menjual jasa shoe care-lah yang kini jadi tumpuan hidupnya.

Pria yang akrab disapa Daeng itu menyebut, dirinya tidak pernah berpikir untuk bekerja sebagai pegawai. Usai menamatkan kuliah di Fakultas Ilmu Perikanan Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, dirinya mulai berpikir panjang.”Sekolah itu cuma buat tambah jaringan. Kerja dapat uang lalu buka usaha sendiri,”kata  pria 40 tahun itu saat ditemui Terasmaluku.com, Rabu 28 Maret 2018.

Berbekal tekad yang bulat dia tak sungkan untuk bekerja serabutan. Apa saja digarapnya. Seperti bekerja di tempat pengekspor ikan. Namun sempat mandek lantaran stok ikan yang masih banyak. Dia pun beralih menjual alat medis dan oli bekas. Oli oli tersebut dijual kembali ke pemain besar untuk di-recycling menjadi oli baru. “Perusahaan besar biasanya beli oli. Nanti mereka olah kembali biar jadi oli baru,” ulas Daeng.

Sayangya, usaha yang berjalan lima tahun itu melemah seiring dengan diberlakukannya peraturan baru pemerintah terkait limbah buangan. Beruntung selama bekerja dirinya selalu menyisikan uang. Menurutnya modal lain yang tak kalah penting yaitu jaringan pertemanan dan belajar tentang berbisnis dari kolega dan pemilik usaha sebelumnya.

“Pada 2016 saya dan teman liat ada usaha laundry sepatu di Makassar. Kebetulan di Ambon belum ada,” ujar pemilik usaha Athari Shoe Care yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Galunggung Kota Ambon itu.

Ide bisnis pun segera muncul. Daeng menggandeng temannya itu untuk berbisnis. Mereka berdua lantas mengurus segala hal terkait ijin usaha di Kota Ambon. Pengalaman bekerja serabutan di tanah orang membuatnya jadi optimistis, usaha apapun yang ada di kota besar pasti bisa dijalankan di Ambon. Asalkan, kita tetap tekun dan mau berusaha jatuh bangun.

Baginya,peluang peluang bisnis baru terbuka lebar dan masih banyak. Apalagi Ambon sedang maju-majunya. Buktinya berbagai usaha kuliner kekinian menjamur di Kota Ambon. Mulai dari cafe yang instagramable hingga makanan tematik. Celah itulah yang dinilai sebagai peluang usaha baik bila ingin dilirik oleh anak muda yang ingin maju dan mandiri.

Berbekal modal awal sekitar Rp 50 juta, usaha yang mulai berjalan pada Juli 2017 kini meraup omset di atas Rp 5 juta per bulan. “Awalnya hanya dua atau tiga sepatu. Sekarang dalam sehari ada 10 pasang,” paparnya. Sebagai langkah awal promosi, jasa cuci sepatu dikenalkan kepada teman teman terdekat. Lambat laut dia mencoba melebarkan jaringan melalui iklan di Facebook dan instagram.

Bahkan Daeng mengaku membuat strategi pemasaran yang jarang lagi ditemui di Ambon. Dia, hampir tiap minggu dia menyambangi satu gereja ke gereja lain hanya untuk menyebar brosur. “Ada pelanggan saya yang bilang kalau ke gereja itu harus lebih rapi dari ke kantor. Jadi saya kira itu peluang pasar yang jelas. Sudah banyak gereja yang saya datangi,” katanya sambil tersenyum.

Athari Shoe Care miliknya itu melayani pencucian sepatu berbagai bahan. Seperti Denim, canvas Sintetis, suede nubuc, geniun leather, dan nylon. Harga yang dipatok mulai dari Rp 35.000 untuk ukuran standar, Rp 50.000 untuk medium dan Rp 60.000 untuk boots. Di situ, pelanggan juga bisa mendapatkan jasa recoloring. Seperti sepasang sepatu hight heels berwarna shocking pink yang di recolor agar lebih cerah dan tak terlihat kusam.

Dia berharap anak muda di Kota Ambon bisa berpikir jauh kedepan. Bekerja dan mendapatkan uang itu hal biasa. Tapi membuka lapangan pekerjaan lewat bisnis itu jauh lebih keren. Bagi Daeng pola pikir lama menjadi pegawai harusnya ditinggalkan. “Anak muda itu punya potensi. Gunakan otak kita buat berpikir jangka panjang,” tegasnya. Kini dia beranca untuk melebarkan usaha.

Selain jasa membersihkan sepatu, kedepannya akan ada jasa membersihkan tas, topi dan helem. Berbagai hal tentang sepatu seperti tali sepatu, sole hingga parfum juga akan dijual di tempatnya. Dengan begitu pelanggan akan lebih puas dan menjadikan tempatnya sebagai one stop shopping khusus untuk kebutuhan alas kaki. (BIR)