Beri Kuliah di Unpatti, Menhan Berpesan Jadilah Pemimpin Pandai Merasa Bukan Merasa Pandai

by

AMBON-Menteri Pertahanan  (Menhan)  Ryamizard Ryacudu memberikan kuliah umum kepada civitas akademika Universitas Pattimura (Unpatti)  Ambon, tentang bela negara yang berlangsung di auditorium kampus itu, Senin (19/9) siang. Dalam kuliah umum itu, Menhan berpesan kepada mahasiswa Unpatti agar  menjadi pemimpin yang pandai merasa, bukan pemimpin yang merasa pandai.

Dalam kuliah umum bertemakan, “wawasan kebangsaan dan kesadaran bela membela negara” Menhan menegaskan, bela negara bukan untuk pikul senjata. Namun bela negara adalah konsep cita tanah Indonesia serta memiliki rasa nasionalisme yang tinggi oleh setiap  warganya. Dengan bela negara, terbangun karakter disiplin, optimisme, taat hukum, bekerja keras, melaksanakan perintah Tuhan Yang Maha Kuasa, kerjasama dan kepemimpinan.

“Konsep bela negara itu diantara cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara. Setia pada Pancasila sebagai idiologi negara, dan berani berkorban untuk bangsa dan negara. Bela negara adalah kekuatan  maha dasyat  karena didasari oleh kebanggaan dan kecintaan  yang tulis dari seluruh komponen terhadap bangsa dan negara,” katanya.

Dalam kuliah umum ini, Menhan didampingi Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Pangdam 16 Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, Kapolda Maluku Brigjen Ilham Salahudin, Rektor Unpatti, Prof. Dr.MJ. Sapteno dan Guru Besar Fakultas Hukum Unpatti, Prof. Dr.M.Nirahua.

Dihadapan ribuan mahasiswa Unpatti,  Menhan menyatakan bela negara dapat diartikan luas, seperti dokter dan guru yang mengabdi di daerah terpencil untuk masyarakat juga sebagai bentuk bela negara. Menhan menyatakan, program bela negara sangat bermanfaat guna menjaga Indonesia dari berbagai ancaman seperti  terorisme, radikalisme dan premanisme yang masih terjadi. Ia menyatakan, tidak ada gunanya Indonesia memiliki alutsista yang canggih jika warganya tidak mencintai negaranya.

Loading...

Ia menyatakan, pentingnya diajarkan konsep bela negara sejak dini. Bahkan menurut  Menhan, konsep bela negara harus diajarkan sejak dari Taman Kanak-Kanak (TK) di seluruh Indonesia.  Ia juga menyatakan, sudah melaporkan ke Presiden Joko Widodo dan koordinasi dengan  Menristekdikti, Mendiknas dan para rektor agar bela negara diajarkan mulai dari TK. “Kita sudah koordinasikan dengan Mendiknas, Menristekdikti, agar bela negara dimasukan ke kurikulum mulai dari SD, bahkan dari  TK hingga perguruan tinggi. Dan itu sudah jalan,” kata Menhan.

Menurutnya, jika seorang anak  mendapat nilai yang tidak memenuhi standar dalam pelajaran tentang muatan  bela negara, maka anak tersebut tidak boleh diluluskan. Pelajaran untuk mencintai negara sendiri adalah kunci besar memajukan suatu negara. Mengakhiri kuliah umum, Menhan meminta mahasiswa Unpatti agar menjadi pemimpin yang berkarakter. Syarat-syarat menjadi pemimpin diantaranya memiliki ilmu pengetahuan,mampu mengambil keputusan, serta berkarakter.

Selain itu, ia juga berpesan agar menjadi pemimpin yang  pandai merasa  bukan  pemimpin yang  merasa pandai. Karena jika semua orang termasuk  pemimpin merasa pandai maka akan terjadi konflik, semua orang merasa diri  paling benar. Sementara jika pemimpin pandai merasa, maka ia pandai  merasakan  apa yang dialami rakyatnya dan pemimpin itu akan berpikir jika penderitaan itu terjadi padanya.

“Saya berpesan kepada kalian semua (mahasiswa) jadilah pemimpin yang pandai  merasa, bukan pemimpin yang merasa pandai. Karena kalau semua merasa pandai berkelahi, masing –masing merasa paling pandai. Tapi kalau pemimpin pandai merasa, dia akan merasakan apa  penderitaan yang dialami rakyat, dan mulai dia bekerja untuk rakyatnya,” kata Menhan. ADI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *