Berikut Aturan Penanganan Jenazah Covid-19 Sesuai Kemenkes RI

by
Penyemprotan disinfektan oleh petugas damkar Kota Ambon di sekitar kuburan dan jalan yang dilalui jenazah di pekuburan Negeri Rumah Tiga, Ambon, (1/5/). FOTO: Istimewa

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Silang pendapat terkait lokasi pemakaman jenazah covid-19 terjadi di hampir seluruh daerah di Indonesia. Keterbatasan lahan, kesiapan masyarakat serta waktu pengerjaan kerap menjadi hambatan. Tak terkecuali di Kota Ambon, seperti yang terjadi saat pemakaman jenazah seorang pasien hasil rapid test positif di Tempat Pemakaman Umum di Dusun Taeno Negeri Rumah Tiga, Jumat (1/5/2020).

BACA JUGA : Ini Alasan Mengapa Jenazah Dikuburkan di Pemakaman Negeri Rumah Tiga

Untuk itu Walikota Ambon Richard Louhenapessy telah jauh hari mengambil langkah cepat dengan menyiapkan 1,8 hektar lahan. Lahan itu nantinya dikhususkan bagi jenazah covid-19 maupun mereka yang diduga kuat terinveksi virus ini.

Sambil menunggu hal terkait pembebasan mau tak mau pemerintah daerah dan kota harus mengambil risiko. Yakni dengan memakamkan jenazah tidak di pekuburan khusus. Seperti yang baru saja terjadi. Ada gelombang penolakan masyarakat yang diakui Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Ambon, Joy Reiner Adriaansz sebagai hal wajar dan dapat dimaklumi.

Namun disaat bersamaan Joy juga menjamin jika semua proses pemulasaran hingga pemakaman telah diatur ketat dalam protap. Tapi seperti apa aturan tersebut. Berikut Terasmaluku.com merangkum aturan Pedoman Pemulasaran Jenazah COVID 19  yang diterbitkan Kemenkes RI tahun 2020.

Itu tertuang dalam Bab 7 Penanganan Pasien Meninggal dalam Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat Covid-19 di Indonesia, sebagai berikut:

Loading...
  1. Petugas kesehatan harus menjalankan kewaspadaan standar ketika menangani pasien yang meninggal akibat penyakit menular.
  2. APD lengkap harus digunakan petugas yang menangani jenazah jika pasien tersebut meninggal dalam masa penularan.
  3. Jenazah harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus sebelum dipindahkan ke kamar jenazah.
  4. Jangan ada kebocoran cairan tubuh yang mencemari bagian luar kantong jenazah.
  5. Pindahkan sesegera mungkin ke kamar jenazah setelah meninggal dunia.
  6. Jika keluarga pasien ingin melihat jenazah, diijinkan untuk melakukannya sebelum 
jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dengan menggunakan APD.
  7. Petugas harus memberi penjelasan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular. Sensitivitas agama, adat istiadat dan budaya harus diperhatikan ketika seorang pasien dengan penyakit menular 
meninggal dunia.
  8. Jenazah tidak boleh dibalsem atau disuntik pengawet.
  9. Jika akan diotopsi harus dilakukan oleh petugas khusus, jika diijinkan oleh keluarga dan 
Direktur Rumah Sakit.
    1. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi.
    2. Jenazah hendaknya diantar oleh mobil jenazah khusus.
  10.  Jenazah sebaiknya tidak lebih dari 4 (empat) jam disemayamkan di pemulasaraan jenazah.

Dalam praktik pemakaman jenazah di pekuburan Negeri Rumah Tiga, juga telah dilakukan penyemprotan disinfektan dengan mobil Damkar Kota Ambon di sekitar area kubur hingga jalan menuju kubur. Ini dilakukan sebagai upaya memastikan keamanan bagi masyarakat di sekitar lokasi.(PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *