Bersama Pakar, Pemkot Ambon Kaji Penyebab Lain Gempa Maluku Akibat Proyek Geothermal

by
Bangunan rusak akibat gempa beruntun yang terjadi di Kota Ambon, Kamis (10/10/2019). FOTO : DINAS INFOKOM PEMKOT AMBON

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Kota (Pemkot) akan membahas hasil kajian ilmiah bersama sejumlah narasumber berkompeten terkait masalah gempa bumi yang terjadi di wilayah Maluku sejak September 2019 yang hingga kini masih sesekali terasa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Enrico Matitaputty dalam keterangan pers, di Balai Kota Ambon, Minggu (12/1/2020) mengatakan, gempa bumi yang terjadi di Maluku merupakan faktor alam. Namun belakangan muncul wacana-wacana terkait penyebab lain dari gempa bumi tersebut.

“Gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi, namun belakangan muncul wacana yang bahwa kejadian tersebut ada kaitannya dengan proyek geothermal (energi panas bumi) yang dilakukan di wilayah Maluku Tengah,” kata Enrico

Karena itu, lanjut dia, Walikota Ambon Richard Louhenapessy berinisiatif untuk melakukan diskusi lanjutan serta membahas kajian ilmiah yang sudah dilakukan terkait wacana-wacana tersebut. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak ESDM yang menangani masalah geothermal.

“Saya juga sudah berkoordinasi dengan Vice President Panas Bumi dari PLN, Bapak Aris Eddy, dan beliau merekomendasikan kami untuk nantinya membahas hasil kajian ilmiah yang sudah dilakukan bersama para pakar geothermal di Indonesia,” terangnya.

Menurutnya, dalam waktu dekat tim dari Pemkot Ambon yang dipimpin langsung Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dan Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta akan bertemu dengan para pakar tersebut untuk membahas hasil kajian terkait geothermal di Maluku Tengah tepatnya di Negeri Tulehu.

loading...

“Kepada para pakar, tim dari Pemkot Ambon akan menjelaskan terkait kondisi aktual Maluku pasca gempa yang terjadi, dan kemudian para pakar tersebut akan mempresentasikan secara ilmiah, hasil kajian dari tim ahli mereka tentang geothermal. Apakah hal tersebut merupakan salah satu penyebab ataukah tidak,” ujarnya.

Enrico juga mengatakan, pembahasan yang akan dilakukan bersama para pakar, merupakan lanjutan dari kegiatan 3 Desember 2019.”Kalau pada tanggal 3 Desember kemarin itu berbicara pada kejadian alam, maka pertemuan nanti akan lebih kepada hasil kajian ilmiah terkait kondisi geothermal dan ada tidaknya dampak terhadap gempa bumi di Maluku,” katanya.

Para pakar yang dimaksud antara lain, Guru Besar Universitas Indonesia terkait Geothermal, Yusuf Daud Ahli Geothermal dari Intitute Teknologi Bandung (ITB), Ahli Geologi dari ITB, Alven Rudiawan, dan Konsultan BAPPENAS dari Calvin Institute, Wilhan Louhenapessy. (ALFIAN)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *