BI Maluku Utara Berkomitmen Membantu Mendorong Perekonomian Malut

by
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara (Antara/Abdul Fatah)

TERASMALUKU.COM, TERNATE,– Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara (Malut) berkomitmen untuk membantu mendorong perekonomian Malut dengan cara meningkatkan konsumsi pembelian dari UMKM yang ada di daerah ini.

“Tentunya BI Malut turut mendukung pembinaan UMKM, agar terus berdaya saing dalam kondisi pandemi, antara lain pembinaan di bidang UMKM, perluasan akses, kemudian memfasilitasi akurasi, serta mendorong akses marketris dari pelaku-pelaku usaha lokal,” kata Kepala Perwakilan BI Malut, Jeffri Dwi Putra di Ternate, Selasa.

Dia menyatakan, guna pemulihan ekonomi nasional akibat pademi COVID-19 ini, setidaknya dimulai dari upaya peningkatan UMKM di daerah ini.

Sehingga, ada beberapa marketris yang ada di Malut, diantaranya Pasar Ternate.com dan juga ada Pasar Online Ternate yang merupakan market alternatif yang bisa membantu UMKM agar tetap produksi dan tentunya aman dari virus COVID-19.

Selain mendorong UMKM, BI Malut juga mendorong pemanfaatan dari QRIS (Quick Respon Indonesia Standar) yang juga merupakan salah satu instrumen pembayaran, dimana pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini justru membawa berkah tersendiri.

“Ternyata transaksi non-tunai dimasa pandemi seperti saat ini justru merupakan alternatif utama masyarakat secara nasional,” ujarnya.

Bahkan, pada tahun 2020 lalu, kata Jeffri, untuk transaksi non-tunai yang jelas sangat mengurangi interaksi penjual dengan konsumen saja mencapai sekitar Rp2,800 triliun dan tentunya menjadi kebanggaan kami di BI Malut yang bisa langsung mendorong Ikatan UMKM di wilayah Malut.

Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM Malut mencatat, hingga kini Bantuan Presiden (Banpres) untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terdampak COVID-19 di Malut baru tersentuh 45,078 dari 76.801 pelaku UMKM diusulkan ke pusat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Malut, Wa Zaharia dihubungi sebelumnya menyatakan, Banpres berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp2,4 juta tersebut disalurkan melalui PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT BNI dan Bank Syariah Mandiri (BSM) dan untuk Maluku Utara pada tahun 2020 sebesar sudah masuk sebesar Rp108.187.200.000.

“Masih banyak pelaku usaha mikro yang belum menerima bantuan ini. Pihaknya sudah mengusulkan 76,801 pelaku usaha namun yang lolos hingga di SK kan baru 45,078 dan dari jumlah tersebut, Pulau Taliabu hanya mengusulkan 105 UMKM yang terdaftar dan di SK kan 152 (47 usulan tidak melalui Pemda), jumlah ini tentu berbeda jauh dengan kabupaten/kota lainnya,” katanya.

Begitu pula, untuk Kabupaten Halmahera Barat diusulkan 6,414, yang menerima 2,541, Halmahera Selatan diusulkan 15,869, yang terima 10,605, Halmahera Timur diusulkan 1,156 yang menerima 768, Halmahera Utara usulkan 662 yang terima 2,780.

Kemudian, untuk Halmahera Tengah usulkan 4,086, yang terima 2,792, Kepulauan Sula usulkan 7,930, yang terima 2,963, yang terima 1,878, Pulau Morotai 2,551, yang terima 9,825,
Ternate 28,404, yang terima 10,774, dan Tidore Kepulauan 9,624, yang terima 1,058.

Pewarta : Abdul Fatah
Editor : Subagyo