Bijak Gunakan Lidah Dan Ujung Jari Kita Oleh : Rudy Rahabeat, Pendeta GPM

by
Pendeta Rudy Rahabeat

Pernahkah kita mendengar ungkapan orang tua-tua “Lidah banting badan” atau lidah banting tubuh”. Beta yakin kita masih ingat dan tidak lupa kata-kata bijak itu. Tapi jika kita sudah lupa atau mugkin kita belum dengar dan belum tahu ungkapan itu, maka saya ingin kasi tahu bahwa ungkapan “Lidah Banting Badan” atau Lidah Banting Tubuh itu artinya jika kita tidak hati-hati menggunakan lidah kita dalam berucap maka bisa mendatangkan celaka atau musibah bagi diri kita sendiri.

Ambil contoh, kita sebarkan gossip atau kabar bohong kepada orang lain, tiba-tiba polisi datang menangkap kita karena kita dilaporkan oleh orang yang merasa dicemarkan oleh perkataan kita. Atau kita menggunakan lidah kita untuk mengutuk anak-anak kita, maka hal itu bisa membawa bahaya atau musibah untuk anak-anak kita. Oleh sebab itu, sejak dulu orang tua sudah kase ingat kita untuk hati-hati menggunakan lidah kita, hati-hati berkata-kata, sebab jika kita salah berkata-kata maka dapat membawa cilaka buat diri kita sendiri atau orang lain.

Dalam Kitab Suci Yakobus 3:-12 diberi judul, “Dosa Karena Lidah”. Dengan jelas dikatakan bahwa jika kita salah menggunakan lidah kita, maka itu bisa membawa celaka bagi kita. Lidah memang anggota tubuh yang kecil, ia tidak sebesar kaki atau kepala, tetapi ia mempunyai fungsi yang sangat besar. Tanpa lidah, kita tidak bisa merasakan makanan itu enak atau tidak, tanpa lidah kita tidak bisa berkata-kata. Penulis perikop ini mengibaratkan lidah itu seperti kemudi di kapal. Kemudi itu kecil saja, tapi ia bisa membawa kapal yang besar melewati badai dan lautan yang luas.

Lidah itu juga ibarat api yang kecil, tapi bisa menghanguskan hutan yang besar. Kita masih ingat beberapa waktu lalu, terjadi kebakaran hebat di samping gereja Waringin Pintu, itu juga diawali oleh api yang kecil saja. Dengan ilustrasi ini, penulis mau mengingatkan kita untuk bijaksana menggunakan lidah dalam perilaku kita setiap hari. Gunakan lidah kita untuk memuji Tuhan, gunakan lidah kita untuk memberi dukungan dan semangat kepada anak-anak dan anggota keluarga bahkan sesama. Gunakan lidah untuk mengatakan kebenaran dan kejujuran, bukan kebohongan dan hoaks. Gunakan lidah kita untuk membawa berkat dan bukan kutuk.

Loading...

Brury Pesulima pernah menyanyi “Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata-kata, tinggi gunung sribu janji, lain di bibir lain di hati”. Lidah bisa membawa kebaikan tapi bisa juga keresahan dan kepalsuan. Ada juga ungkapan “bibirmu atau mulutmu harimaumu”, jika kita salah menggunakan mulut kita dengan benar, maka ibarat harimau ia akang balik menerkam diri kita sendiri. Oleh sebab itu, sekali lagi, mari gunakan lidah kita dengan benar.

Anak-anak sejak dini harus diajar untuk berkata benar dan jujur. Anak-anak harus menggunakan lidah untuk memuji Tuhan bukan mengucapkan kata-kata kotor. Pemuda mesti menggunakan lidah untuk memberi semangat kepada sesama orang muda, agar tidak mudah gantung diri atau mengambil jalan pintas ketika berhadapan dengan masalah. Demikian pula para pemimpin harus menggunakan lidah untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan. Supaya tidak ada lidah palsu. Maksudnya berkata bohong, saksi palsu, dan sebagainya.

Memang saat ini, di era digital saat ini kita amati fungsi lidah juga bergeser pada ujung jari kita. Dengan ujung jari kita mengetik kata-kata dan kalimat, kita mengirim pesan gambar dan video melalu hanphone, melalui fesbuk, instagram dan lain-lain. Melalui ujung jari yang kecil kita menjangkai seluruh dunia yang besar. Pertanyaannya, apakah pesan-pesan yang kita kirim itu membawa berkat dan damai bagi sesama, atau sebaliknya membawa kebencian dan konflik.

Apakah kita terus berbagi harapan dan cinta kasih?. Semoga kita makin bijak menggunakan lidah dan ujung jari kita untuk menyebarkan kebaikan dan dukungan di tengah pandemic korona saat ini. Memberi dukungan kepada ODP, PDP, dan siapa saja, termasuk menggunakan lidah dan ujung jari kita untuk dengan tulus dan penuh kasih, mengucapkan dan menulis Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi saudara-saudara kita umat Muslim yang hari ini mulai menjalankan ibadah Puasa. (RR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *