Blangko Sisa 2.750, Masih Banyak Warga Belum Perekaman KTP

by
Perekaman e-KTP saat ini dilakukan pada tiap keluarahan secara bergantian pada Maret hingga 12 April mendatang. FOTO: Helmi Tasidjawa

TERASMALUKU.COM  –Keping blangko e-KTP atau kartu tanda penduduk elektronik di disdukcapil Kota Ambon tersisa 2.750. Jumlah tersebut untuk kebutuhan pencetakan selama sekitar seminggu.

Sementara jumlah warga yang belum melakukan perekaman cukup banyak. Kepala Dinas Dukcapil  Kota Ambon, Selly Haurissa, mengatakan dalam sehari ada lebih dari 300 keping KTP yang dicetak. Itu berarti jumlah tersebut hanya bisa untuk kebutuhan beberapa hari ke depan. Sedangkan masih ada sekitar 53 ribu warga yang belum perekaman sesuai data sementara pada Januari.

“Jumlah blangko yang datang seperti itu. Kami pasti akan minta lagi, maunya lebih banyak sebab warga juga banyak belum perekaman,” jelas Selly (1/3). Sesuai aturan, batas perekaman e-KTP harusnya berakhir pada 28 februari lalu. Lantaran masih ada yang belum perekaman, disdukcapil Kota Ambon memperpanjang waktu hingga 12 April 2019. Itu untuk memudahkan warga yang belum punya atau merekam.

Terkait blangko, pihaknya pernah meminta hingga 5.000 keping blangko kosong untuk pencetakan. Di lain sisi masyarakat masih ada yang belum peduli tentang kebutuhan kartu identitas. Dia menilai warga yang enggan datang mengurus KTP biasanya karena belum merasa butuh untuk pengurusan legalitas.

Sejumlah blangko kosong yang siap cetak untuk kebutuhan perekaman e-KTP selama beberapa hari mendatang

“Untuk itu kita turun jemput bola ke kelurhan-kelurahan buat perekaman dan langusng dapat KTP hari itu juga. Biar warga bisa mendapat kartu identitas,” terangnya. Pagi tadi, merupakan jadwal perekaman dan pecetakan hari keempat di Kelurahan Benteng Kecamatan Nusaniwe.

Saat terasmaluku.com mendatangi lokasi, sejumlah warga tampak mengantri hingga ke luar kantor. Orang tua atau yang lanjut usia didahulukan dalam proses perekaman. Julia Takaberssy seorang warga yang membantu neneknya lakukan perekaman. Dia mengatakan jika selama ini sang nenek hanya mengantongi kartu identitas lama.

Karena itu dia menemaninya untuk lakukan perekaman dan memperoleh kartu identitas baru. “Antua (nenek) masih pake yang lama yang ada tanda tangan pak camat. Tapi karena dengar di sini bisa rekam, jadi katong datang. Seng jauh lagi,” sebutnya yang siang itu membantu sang nenek merekam sidik jari dan foto.

Perekaman KTP di kelurahan-keluarahan itu dinilainya amat membantu warga yang lanjut usia dan sibuk. Mereka jadi tidak harus jauh-jauh ke kota lalu mengantri lama untuk mendapat KTP anyar. Seperti perekaman pagi tadi, petugas perekaman memastikan ada sekitar 500 orang yang telah lakukan perekaman di sana. (PRISKA BIRAHY)

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *