BMKG : Aktifitas Gempa Susulan Di Maluku Menurun

by

TERASMALUKU.COM, Ambon, 02/10- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan aktivitas gempa susulan pascagempa berkekuatan 6,8 SR di pulau Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB) mengalami penurunan frekuensi.

Data gempa susulan hingga siang telah terjadi 887 kali gempa susulan dan 94 kali dirasakan masyarakat di wilayah Ambon, Kairatu (SBB), Masohi, Haruku, Saparua dan sekitarnya, kata Plh Kepala stasiun geofisika kelas I Ambon, Andy Ashar Rusdi, Rabu.

Dikatakannya, gempa susulan yang terjadi dengan kekuatan kecil yakni dibawah 4 SR.

“Jika melihat periode per hari aktifitas gempa susulan semakin menurun yakni dari hari pertama sebanyak 244 pada periode 24 jam pertama, 214 hingga hari ke enam semakin menurun, diharapkan frekuensinya mendekati angka 0,” katanya.

Gempa yang terjadi kata Andy, karena diduga terjadi di sesar aktif yang merupakan gempa tipe satu yaitu tipe gempa utama yang didahului oleh serangkaian gempa pendahuluan atau foreshocks yang kemudian terjadi gempa utama atau main shock.

“Selanjutnya diikuti oleh serangkaian gempa susulan atau aftershocks,” ujarnya.

Dijelakannya, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar lokal.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Ambon ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike slip fault)

loading...

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik jika terjadi gempa bumi.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Tindakan tepat yang harus dilakukan saat terjadi gempa berlindung dibawah meja atau kursi, setelah memastikan aman baru keluar ke halaman agar terhindar dari runtuhan bangunan,” tandasnya.

Selain itu, masyarakat diminta untuk memeriksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah.(An)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *