BMKG: Gempa Bumi M5,4 di Maluku Utara Akibat Adanya Aktivitas Sesar lokal

by
Gempa di Pulau Jawa berpotensi terjadi tsunami. FOTO: ilustrasi

TERASMALUKU.COM, JAKARTA,-  Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bambang Setiyo Prayitno mengatakan gempa tektonik di Maluku Utara pada Sabtu malam, dengan magnitudo 5,4 merupakan gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu malam.

Dia menjelaskan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau “strike-slip fault”.

Dia menjelaskan dari hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki magnitudo 5,3 kemudian diperbarui menjadi magnitudo 5,4.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,07 LU dan 126,95 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 57 km arah barat laut Kota Ternate, Maluku Utara pada kedalaman 37 km,” ujarnya.

Bambang menjelaskan guncangan gempa dirasakan di daerah Ternate, Halmahera Barat dan Tidore III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

Hingga saat ini, katanya, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi tersebut, sedangkan berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Hasil pemantauan BMKG hingga Sabtu, pukul 22.30 WIB menunjukkan dua aktivitas gempa bumi susulan atau ‘aftershock’,” katanya.