BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrim Hingga 8 Februari, Termasuk Maluku

by
Perahu dan kapal di Teluk Ambon. FOTO : DOK TERASMALUKU.COM

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan akan terjadi cuaca ekstrim disertai gelombang tinggi sejumlah wilayah Indonesia. Daerah yang berpotensi gelombang tinggi mulai dari 2,5 meter hingga 4.0 meter terjadi di sejumlah wilayah termasuk Maluku periode 3 Januari hingga 8 Januari 2019. Peringatan dini ini bisa diakses melalui website resmi BMKG http://www.bmkg.go.id.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R. Mulyono R. Prabowo dalam siaran pers yang diterima Terasmaluku.com, Sabtu (2/2/2019) meminta masyarakat mewaspadai potensi kejadian gelombang tinggi tersebut.
Potensi kejadian gelombang tinggi menurut Mulyono di perairan Laut Arafuru, Perairan Selatan P.Yos Sudarso, Perairan Kepulauan Sangihe Hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Utara Pulau Halmahera, Laut Halmahera dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Selain itu Mulyono juga menyebutkan wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode tanggal 2 Februari hingga 8 Februari 2019 yakni,
Aceh
Sumatera Utara
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
NTB
NTT
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Sulawesi Utara
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Gorontalo
Maluku
Papua Barat
Papua

Mulyono meminta masyarakat di daerah-daerah tersebut umum waspadai potensi cuaca ekstrim disertai hujan lebat dan gelombang tinggi. “Secara umum, masyarakat dihimbau agar tetap, waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor,” kata Mulyono.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh. Memperhatikan risiko gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas di pesisir. “Tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/petir,” ungkap Mulyono.

Mulyono menjelaskan kondisi atmosfer terkini di wilayah Indonesia menunjukkan adanya beberapa fenomena atmosfer yang berdampak signifikan beberapa hari kedepan terhadap peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Menurutnya terdapat sebuah bibit siklon tropis di teluk carpentaria dan sirkulasi siklonik di Kalimantan Barat.

Bibit Siklon tropis ini menurut Mulyono akan memberikan dampak berupa pola angin baratan yang kuat dan memicu pertemuan angin yang memanjang dimulai dari wilayah Perairan Kalimantan, Laut Jawa, Selat Makassar, hingga NTB serta belokan angin di sekitar Ekuator Indonesia memicu berkumpulnya massa udara basah yang menyebabkan terbentuknya awan hujan di wilayah Indonesia.

Ia mengatakan adanya aktivitas gelombang atmosfer khususnya Equatorial rosby di sebagian wilayah Indonesia bagian Timur dapat menambah pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Karena itu lanjut Mulyono bergerak dari analisis kondisi atmosfer tersebut, BMKG memprakirakan potensi hujan dalam jangka seminggu kedepan masih akan cukup tinggi.

“Frekuensi kejadian hujan berintensitas sedang hingga lebat akan lebih sering terjadi terutama pada malam/dini hari hingga pagi hari dan tidak menutup kemungkinan beberapa wilayah akan memiliki potensi untuk diguyur hujan sepanjang hari,” kata Mulyono. (ADI)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *