BNN Kembali Jerat Bandar Narkoba Maluku Dengan Tindak Pidana Pencucian Uang

by
Kepala BNN Provinsi Maluku Birjen Pol Rusno Prihardito memberikan keterangan pers kepada wartawan di Kantor BNN, Senin (30/4).

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Meski Pengadilan Negeri Ambon sudah memvonis 5 tahun penjara kepada bandar narkoba jenis sabu-sabu di Maluku, Geritz Tomatala, namun itu bukan  berarti sudah tenang baginya. Geritz ternyata akan dijerat dalam kasus lain terkiat narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku tengah melakukan penyelidikan terhadap tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduda dilakukan Geritz Tomatala.

BNN Maluku rupanya kecewa dengan tuntutan Jaksa Penuntun Umum  dan putusan majelis hakim kepada Geritz. “Buat seorang bandar besar tuntutan 7 tahun oleh jaksa dan putusan majelis hakim selama lima tahun itu harus perlu dilihat kembali, tetapi tidak apa-apa karena Geritz akan saya tuntut juga dengan Tindak Pindana Pencucian Uang,” kata Kepala BNN Provinsi Maluku Birjen Pol Rusno Prihardito kepada wartawan di Kantor BNN Maluku, Senin (30/4).

Rusno mengungkapkan, saat ini tim dari BNN Maluku telah berada di Desa Kamariang untuk proses pemeriksaan terhadap para saksi.”Kita kesana (Kamariang) untuk periksa saksi yang ada, ini juga untuk mempermudah saksi agar tidak lagi datang ke Kota Ambon untuk melakukan pemeriksaan, kasus ini akan saya kawal terus,” jelasnya. Rusno menuturkan, kasus bandar besar narkoba ini melibatkan keluarganya, peluncur untuk mengantarkan narkoba  berasal dari keluarga ibunya. “Yang memegang barang  bukti itu istri kedua, dan mereka  sedang menjalani persidangan,” katanya.

Loading...

Menurut Rusno, dari kasus bandar sabu-sabu ini, pihak BNN Maluku telah melakukan penyitaan terhadap barang bergerak yakni mobil dan motor milik Geritz, yang diduga merupakan TPPU dari hasil narkoba. “Sampai saat ini hanya rumah yang belum disita oleh kita dari BNN Maluku,” ujarnya.

Geritz ditangkap pada 23 Oktober 2017 di salah hotel di Pulau Ambon setelah dua tahun dicari polisi karena statusnya sebagai bandar narkoba. Dua hari setelah lelaki itu diringkus, polisi melakukan pengembangan pemeriksaan dan membongkar jaringan pengedar narkoba dibawah komando Geritz yakni Dian Nikijuluw, Cornelis Kainama dan Dino Kainama.

Barang bukti yang didapatkan dari pelaku adalah 45 paket sabu-sabu yang rencananya akan diantarkan kepada pemesan, sebuah brankas kecil, alat timbangan, kartu ATM, HP, buku tabungan, satu unit mobil dan tiga unit sepeda motor yang digunakan untuk beroperasi. Dian, Cornelis dan Dino kini dalam proses persidangan di PN Ambon. (IAN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *