BNPB Masih Terus Lakukan Pendataan Dampak Kerusakan Akibat Gempa Bumi Halmahera Selatan

by
Ilustrasi - Kondisi infrastruktur di Gane Kabupaten Halmahera Selatan yang rusak akibat guncangan gempa bumi pada Juli 2019. ANTARA/Abdul Fatah

TERASMALUKU.COM, JAKARTA- Enam kecamatan di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, terdampak gempa M5,2. Pendataan kerusakan akibat peristiwa ini masih berlangsung di lapangan. Guncangan akibat gempa magnitudo 5,2 tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Data BNPB per 28 Februari 2021, pukul 18.00 WIT, mencatat gempa M5,2 berdampak di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Bacan, Bacan Selatan, Bacan Barat, Bacan Timur, Bacan Barat Utara dan Bacan Timur Tengah. Jumlah rumah telah teridentifikasi namun belum terklasifikasi tingkat kerusakan. Jumlah kerusakan rumah warga terbanyak berada di Kecamatan Bacan sebanyak 224 unit, Bacan Selatan 127, Bacan Timur 47, Bacan Barat Utara 11, Bacan Timur Selatan 9 dan Bacan Timur Tengah 9.

Selain kerusakan rumah, gempa berdampak pada kerusakan fasilitas publik, di antaranya sarana ibadah. Sarana ibadah rusak di Kecamatan Bacan sebanyak 4 unit dan Bacan Selatan 1. Sedangkan sarana pendidikan, 2 unit mengalami kerusakan di Kecamatan Bacan. Pada fasilitas kesehatan, kerusakan masing-masing 1 unit di Kecamatan Bacan dan Bacan Selatan.

Berdasarkan data di lapangan, gempa juga berdampak pada korban luka-luka dengan kategori ringan sebanyak 10 orang, sedangkan warga yang mengungsi disebabkan trauma setelah mengalami guncangan gempa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan telah mendirikan tenda pengungsi, seperti di halaman RSUD Labuha. Di samping itu, BPBD juga mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak. BPBD Provinsi Maluku Utara telah memberikan bantuan logistik permakanan, sedangkan stok logistik permakanan masih mencukupi sampai dengan 14 hari ke depan.

Halaman Selanjutnya…