Bobot Besar Ada Di Nilai Tes SKB Peserta CPNS

by
Sebanyak 50 peserta SKB di sesi keda harı kedua lingkup Provinsi Maluku ikuti tes tahap akir sebelum perhitungan nilai dan penentuan CPNS yang lolos. FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM – Usai keputusan perangkingan oleh Kementrian pendayagunaan aparatur negara reformasi birokrasi (Kemenpan-RB), peserta tes CPNS  lingkup provinsi Maluku ikut tes hari kedua.

Ada sebanyak 444 peserta tes seleksi kompetensi bidang (SKB) lingkup provinsi yang ikut tes selama tiga hari. Dalam sehari ada tiga sesi tes. Tiap peserta diberikan waktu sama seperti tes SKD sebelumnya, yakni 90 menit untuk 100 soal sesuai bidang mereka.

Loading…

Pada tes kali ini nilai langsung terlihat. Namun belum ada penentuan siapa yang lolos atau tidak. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku, Donald Saimima mengatakan kali ini sistem perhitungan kelulusan berbeda dengan tes sebelumnya. “Kali ini ada rumusnya. Jadi tidak langsung terlihat siapa yang lolos. Keseluruhan nilai tes ini akan bagi lagi dengan tes sebelumnya,” terang Donald saat ditemui di rang rapat kantor BKN cabang Maluku, di Karang Panjang Ambon (11/12).

tiap soal punya bobot nilai 5 jika berhasil menjawab dengan benar. Bila jawaban salah nilainya 0. Itu berarti nilai hasil tes adalah 500 jika peserta berhasil menuntaskan 100 soal dengan benar. Nilai itu lanjut Donal akan dijumlahkan bersama hasil perhitungan nilai pada tes sebelumnya.

“Perbandingan penilaiannya 40 dari hasil tes awal 60 dari tes kedua. Penilaian ini sesuai dengan formasi, jadi pemilihan yang lolos sesuai jumlah formasi,” lanjutnya. Untuk itu dia beharap peserta tes benar-benar berupaya untuk meraih nilai yang baik, sebab bobot besar ada pada tes SKB.

Dia menyebut jika ada tiga lowongan dalam satu formasi maka akan dipilih hanya tiga nilai teratas. Hal tersebut telah disesuaikan dengan sistem perangkingan yang diterbitkan kementrian terkait. Sistem yang sama juga berlaku bagi peserta tes SKB tingkat kota. pihaknya berharap sistem itu dapat mengisi kekosongan formasi yang ada. (PRISKA BIRAHY).