Bocah Dua Tahun Di Malra Diperkosa OTK, Korban Kini Dirawat Di RSUD

by
Kapolres Malra AKBP Indra Fadhilla Siregar bersama istrinya menjenguk korban di RSUD Karel Sadsuitubun Kota Langgur, Kamis (7/3/2019). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-MALRA-Aparat Polres Maluku Tengara (Malra) hingga kini terus mengusut pelaku perkosaan seorang anak berusia sekitar dua tahun lebih. Kasus ini terjadi di Ohoi atau Desa Uat Air Kecamatan Kei Besar Kabupaten Malra pada Senin, (4/3/2019). Kapolres Malra AKBP Indra Fadhilla Siregar mengungkapkan pada Senin 4 Maret itu, pihaknya mendapat laporan ada seorang anak hilang dari warga Ohoi Uat Air. Anak itu berinisial N.

Menurut Kapolres, laporan diterima sekitar pukul 05.00 WIT dan korban baru ditemukan sekitar pukul 07.00 WIT. Korban ditemukan di pinggir jalan oleh sopir Angkot yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.

“N adalah anak yang masih berusia 2 tahun dan diduga menjadi korban pemerkosaan. Ketika ditemukan oleh sopir Angkot di jalan, korban mengalami luka pada daerah sensitif,” kata Kapolres kepada wartawan, Kamis (7/3/2019).

Kapolres menjelaskan setelah ditemukan dalam kondisi seperti itu, korban kemudian pada Selasa (5/3/2019) dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karel Sadsuitubun di Kota Langgur, Kabupaten Malra. Di RSUD, korban mendapat penanganan medis secara intensif.

Kapolres bersama istrinya, Kamis (7/3/2019) menjenguk korban di RSUD Karel Sadsuitubun. Kapolres bersama istrinya tak bisa menyembunyikan kesedihan saat menjengkuk korban di RSUD yang ditemai ibunya. Untuk menghibur korban, istri Kapolres juga membawa bingkisan boneka.

Kapolres menegaskan untuk mengungkap peristiwa ini, pihaknya membentuk tim khusus yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Malra. Tim khusus langsung menuju ke lokasi, melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi.

“Tim sudah kembali dari lokasi dan mendapatkan hasil-hasil yang bisa kita teruskan untuk penyelidikan. Hasil olah TKP diantarnya sudah ada sampel di bagian tubuh korban yang kemudian akan kita periksa di laboratorium,” kata Kapolres.

Selain mengungkap pelaku perkosaan, menurut Kapolres yang perlu dilakukan saat ini adalah memulihkan korban, baik dari kesehatan jasmani dan mentalnya serta psikologisnya. “Kita bisa mengambil keterangan dari korban namun karena masih anak kecil perlu adanya pendampingan, dan semoga dapat kita jadikan petunjuk. Namun untuk saat ini belum bisa kita lalukan itu karena kondisinya belum memungkinkan,” tutur Kapolres.

Kapolres mengatakan pihaknya bekerja keras untuk mengungkap pelaku perkosaan. “Saat ini belum mengarah siapa pelaku, saksi-saksipun minim. Kami harapkan masyarakat, khususnya keluarga korban tetap tenang dan tetap percayakan penyidikan kepada kami, tidak perlu melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu Kamtibmas ataupun proses penyelidikan maupun penyidikan itu sendiri. Kami prinsipnya maksimal untuk penanganan kasus ini,” kata Kapolres. (AS)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *