Boi Akih Hibur Anak-Anak Pengungsi Gempa Dengan Lagu Daerah

by
Monica Akihary saat bernyanyi dihadapan anak-anak di lokasi pengungsian Desa Tulehu dengan gaya yang lucu dan menghibur (25/10). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON,-Musisi asal Belanda berdarah Maluku menghibur ratusan anak di Negeri Tulehu dan Negeri Waai Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (25/10/2019). Duo jazz, Boi Akih, Monica Akihary dan Niels Brouwer itu menghibur mereka dengan lagu-lagu daerah.

Pembawaan musik akustik yang jenaka oleh keduanya praktis membikin anak-anak yang berkumpul amat terhibur. Senyum dan tawa mereka yang pecah mengisyaratkan luapan bahagia. Setidaknya hal itulah yang diinginkan Boi Akih dalam kunjungan singkatnya itu.

Anak-anak di lokasi pengungsian Tulehu usai bernyanyi bersama lagu-lagu daerah Maluku bersama Boi Akih

“Katong main musik untuk anak-anak. Dong punya reaksi paleng bagus. Sebab dong tidak ada pikiran macam orang dewasa,” ungkap vokalis Boi Akhih, Monica Akihary kepada Terasmaluku.com, Jumat (25/10/2019).

Menurut monica ini merupakan pengalaman pertama. Anak-anak, kata Monica suka bermain dan tidak banyak menunjukkan rasa sedih atau ketakutan seperti orang dewasa.

Karena itu mereka ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak di tempat pengungsian. Boi Akih membawakan beberapa lagu daerah. Seperti Sayang Kane, Gandong, serta satu lagu berbahasa Belanda.

loading...

“Itu yang bisa kami lakukan. Kami adalah musisi. Jika kamu suka musik, kamu bisa bernyanyi. Saat sedih atau senang. Kamu bisa taruh energi yang baik,” lanjutnya. Dengan melihat reaksi anak-anak di pengungsian, mereka berharap dapat memberi perubahan baik.

Monica Akihary dan Niels Brouwer bernyanyi juga mengajak anak-anak bernyanyi dan berinteraksi bersama

Usai menghibur anak-anak, mereka juga membagikan kantong bahan kain atau totebag sebagai pengganti tempat sampah. Moluccas Costal Care (MCC), organisasi yang menginisiasi membagikan kantong sampah ramah lingkungan.

“Di tempat pengungsian kan plastik banyak. jadi bisa edukasi anak-anak supaya bisa jaga lingkungan,” jelas, Teria Salhuteru, founder MCC. Perhatiannya terhadap lingkungan itu diharapkan dapat ditiru oleh anak-anak. (PRISKA BIRAHY)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *