BPBD Maluku Ingatkan Daerah Terdampak Gempa Tuntaskan Administrasi Pengungsi

by
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers saat meninjau lokasi pengungsian di kompleks Kampus Universitas Darussalam Desa Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (29/10/2019). FOTO : PRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku mengingatkan BPBD di tiga daerah terdampak gempa pada 26 September 2019 yakni Kota Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB) untuk segera menyelesaikan administrasi pengungsi terutama yang rumahnya rusak.

“Banyak warga di tiga wilayah yang rumahnya rusak terdampak gempa pada 26 September 2019 belum melengkapi administrasinya,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Maluku, Farida Salampessy, di Ambon, Kamis (14/11/2019).

Pihaknya sudah melakukan beberapa kali pertemuan dengan BPBD dari tiga wilayah terdampak gempa yakni Kota Ambon, Maluku Tengah dan SBB, tetapi penyelesaian administrasinya lambat, terutama Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Khusus Kota Ambon Farida menyatakan telah dilaporkan oleh Kepala BPBD setempat Demmy Paays bahwa seluruh administrasinya telah lengkap, tetapi datanya belum diserahkan.

Sedangkan Maluku Tengah dan SBB telah diinstruksikan untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) masing-masing untuk mempercepat proses administrasi para pengungsi tersebut.

“Memang administrasi sesuai nama dan alamat masing-masing pengungsi (by name by address) sudah lengkap dan telah diserahkan ke BNPB, namun masih diperlukan administrasi berupa NIK dan KK yang diperlukan untuk pencairan anggaran pembangunan rumah,” katanya.

Pihaknya memberikan toleransi selama sepekan bagi BPBD tiga wilayah terdampak untuk menyelesaikan administrasi tersebut, dan kemudian diserahkan ke BNPB untuk proses pencairan anggaran pembangunan rumah.

loading...

“Toleransinya hanya seminggu dan paling terlambat 10 hari seluruh administrasi sudah harus lengkap, sehingga bisa diserahkan ke BNPB agar anggaran pembangunan rumahnya bisa segera diproses dan dikucurkan,” ujar Farida. Dia menambahkan percepatan penyelesaian administrasi pengungsi tersebut mengingat semakin dekat waktu tahun anggaran berakhir.

Berdasarkan data jumlah rumah yang mengalami kerusakan di Kota Ambon, Maluku Tengah dan SBB akibat terdampak gempa magnitudi 6,5 pada 26 September 2019 yakni sebanyak 12.137 unit yang terdiri dari rusak berat 2.712; 3.317unit rusak sedang dan 6.108 unit rusak ringan.

Kota Ambon tercatat 931 unit rumah rusak ringan, 394 unit rusak sedang dan 306 unit rusak berat, Maluku Tengah 4.446 unit rusak ringan, 2.454 unit rusak sedang dan 2.106 unit rusak berat, sedangkan Kabupaten SBB tercatat rusak ringan 731 unit, rusak sedang 469 unit dan rusak berat 300 unit. (ant)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *