BPBD SBT Gelar Simulasi Bencana Tsunami

by
Rtausan siswa -siswi mengikuti simulasi bencana tsunami yang digelar BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur, Senin (14/8). FOTO : LEE (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-BULA-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar simulasi tanggap bencana tsunami di Desa Bula Air Kecamatan Bula,  Senin (14/8). Simulasi ini melibatkan ratusan pelajar SD hingga  SMA di kecamatan itu.

Dalam simulasi ini, para siswa yang tergabung dalam pasukan pramuka Kwartil Bula ini langsung berlari menyelamatkan diri mendengar bunyi serine. Mereka berlari melalui jalur evakuasi dan menuju titik kumpul di lapangan sepak bola di  desa itu.

Sebagian besar dari mereka memang selamat, namun beberapa diantaranya mengalami luka, bahkan satu nyawa tidak dapat terselamatkan dalam musibah tsunami. Tim medis yang terdiri dari Palang Merah Indonesia dan pramuka, langsung tanggap dan menyelamatkan para korban.

Tenda perawatan luka-luka pun didirikan. Kejadian itu, bukanlah kenyataan.  Namun ini hanya skenario yang dijalankan oleh sekitar 350 siswa-siswi dalam simulasi tanggap bencana tsunami akibat gempa bumi itu. .

Kepala Bidang Penaggulangan Bencana Fachrudin Keliwouw mengatakan, simulasi  ini akan meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi bencana alam.  Kedepan, ia minta agar pelaksanaan simulasi para guru juga ikut terlibat.

“Kalau melakukan simulasi seperti ini lagi, para guru juga hendaknya terlibat. Hal ini karena bencana tidak memilih mana yang tua dan mana yang muda, jadi harus ikut untuk mengantisipasi bencana,” kata Fachrudin, saat memberikan sosialisasi tanggap bencana kepada siswa pramuka Kwartir Bula di Lapangan Sepak Bola Bula Air.

Ia menambahkan dengan adanya kegiatan simulasi bencana alam ini, diharapkan masyarakat, khususnya para pelajar bisa lebih tanggap terhadap kejadian bencana alam.  “Karena kejadian bencana alam ini tidak bisa dicegah. Namun yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan diri untuk mengatasi dampak dari musibah bencana alam tersebut,” jelasnya.

Fachrudin Keliwouw juga menjelaskan, ada beberapa faktor yang wajib disosialisasikan oleh BPBD Kabupaten SBT terkait taggap bencana, yakni ancaman bencana terhadap warga, kerentanan sosial fisik, ekonomi dan penidikan serta peningktan kapasitas melalui progran pengetahuan bencana terhadap siswa dan warga masyarakat.

Seorang siswa, Nanda Patikupang (18) yang mengikuti simulasi mengatakan, sangat bersyukur mengikuti simulasi bencana ini karena bisa mawas diri saat musibah. “Kami sangat bersyukur dengan adanya simulasi seperti ini. Sebab disini kami mendapat pelatihan tentang bagaimana menghadapi ketika bencana itu ada,” ungkapnya.

Sementara itu, kakak pembina gugus depan SMA Negeri 1 Bula, Fitri Lamajene mengatakan, kegiatan simulasi bencana alam ini, diharapkan siswa dapat lebih siap untuk menghadapi bencana alam yang kapan saja bisa terjadi.

“Dengan berlatih lewat kegiatan simulasi ini, siswa diharapkan dapat lebih siap menghadapi bencana alam, yang sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi terjadi. Bahkan tidak menutup kemungkinan, terjadi di sekolah kami,” ujarnya. Selain melibatkan para siswa, simulasi bencana ini juga melibatkan aparat TNI/Polri dan tim medis. (LEE).