BPJAMSOSTEK Masohi Peduli Pekerja Informal Terdampak Covid-19

by
Penerima bantuan bersama Kepala dan Pegawai BPJAMSOSTEK Cabang Masohi Kepulauan Seram usai penyerahan bantuan, Senin (18/5/2020). FOTO : BPJAMSOSTEK

TERASMALUKU.COM,-MASOHI- BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Masohi Kepulauan Seram menyerahkan bantuan sembako kepada pekerja informal/mandiri yang terkena dampak Covid-19.  Bantuan diserahkan langsung Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Masohi Kepulauan Seram, Zippora Lilian Wallyd kepada pekerja mandiri di lingkungan Kantor BPJamsostek Cabang Masohi Kepulauan Seram, Senin (18/5/2020).

Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Masohi Kepulauan Seram, Zippora Lilian Wallyd kepada pekerja mandiri di lingkungan Kantor BPJamsostek Cabang Masohi Kepulauan Seram, Senin (18/5/2020).

Peyerahan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian BPJamsostek kepada masyarakat pekerja informal/mandiri yang terkena dampak COVID 19. Adapun sembako yang diserahkan selama 2 hari itu, diperuntuhkan kepada tukang becak,,tukang ojek,penjual jibu-jibu, pedagang, petani, pekebun, dan pekerja lain yang rentan yang membutuhkan serta Perisai BPJAMSOSTEK.

Bantuan sembako yang diberikan merupakan kumpulan donasi dari seluruh karyawan BPJAMSOSTEK Masohi Kepulauan Seram sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakan pekerja  sektor informal yang pendapatannya berkurang akibat COVID 19.

Menurutnya Zippara bantuan ini merupakan salah satu implementasi dari nilai budaya BPJAMSOSTEK yaitu kepedulian. Bantuan sembako ini sumber dananya merupakan hasil kolaborasi sumbangan dari karyawan BPJAMSOSTEK Cabang Masohi Kepulauan Seram sebagai bentuk kepedulian kepada pekerja mandiri di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

Loading...

 “Jangan dilihat jumlah dan nilainya apa yang sudah kami sumbangkan. Namun kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi pekerja sekitar,” kata Zippara.

Zippora mengatakan selain sembako, BPJAMSOSTEK Cabang Masohi Kepulauan Seram juga menyerahkan tanda bukti kepesertaan BPJAMSOSTEK bagi pekerja informal/mandiri. Sehingga dengan bukti kepersetaan itu, pekerja terlindungi dari resiko kerja khusunya jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM).

Dengan penyerahan tanda bukti kepesertaan BPJAMSOSTEK sekaligus kami memperkenalkan masyarakat pekerja informal/mandiri terkait manfaat program BPJAMSOSTEK bagi pekerja khusus sektor informal/mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari sudah dilindungi program BPJAMSOSTEK dan dapat dirasakan oleh masyarakat akan pentingnya perlindungan jaminan sosial,” kata Zippora.

Zippora menjelaskan bantuan jaminan kecelakaan kerja hadir dengan manfaat lengkap. Diantaranya perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja, santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian sebesar 48x upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56x upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).

“Untuk manfaat santunan JKM adalah Rp 42 juta dengan perincian santunan kematian program JKM adalah Rp 20 juta, santunan berkala meninggal dunia Rp 12 juta, dan biaya pemakaman Rp 10 juta,” jelas Zippora. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *