BPJS Kesehatan Dukung Duta Parenting Maluku

by
Widya Pratiwi Murad Ismail, istri Gubernur Maluku usai dikukuhkan sebagai Duta Parenting Maluku.

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Provinsi Maluku menggelar Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Pengukuhan Duta Parenting (Perangi Stunting) Maluku di Auditorium Universitas Pattimura Ambon, Rabu (3/7/2019).

Sosialisasi bertujuan untuk dapat meningkatkan pemahaman terkait stunting dan upaya pencegahannya, sedangkan pengukuhan Duta Parenting adalah bentuk inovasi daerah untuk meningkatkan pemberdayaan mayarakat melalui penguatan seribu hari pertama kehidupan serta membangun komitmen bersama lintas sektor agar memerangi stunting di Provinsi Maluku.

BPJS Kesehatan

Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan turut meramaikan dengan membuka stand. Pengunjung dapat melakukan pendaftaran dan pembayaran iuran serta melakukan registrasi aplikasi andalan BPJS Kesehatan yaitu Mobile JKN di smartphone peserta.

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Zainah Astuti mengungkapkan bahwa BPJS Kesehatan sangat mendukung program ini (red: perangi stunting).

“Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, apalagi yang berkaitan dengan kesehatan dan lagi, karena prevelansi stunting di Maluku masih cukup tinggi” tutur Tuti.

Setelah mengunjungi stand BPJS Kesehatan, Widya Pratiwi Murad Ismail, istri dari Gubernur Maluku langsung menuju panggung untuk dikukuhkan sebagai Duta Parenting Maluku.

Dalam sambutanya, Widya mengungkapkan bahwa stunting merupakan masalah kekurangan gizi dalam waktu lama yang terjadi sejak masa kehamilan sampai dengan usia 2 tahun. Stunting dapat dicegah dengan memastikan ibu dan janin sehat yang tercukupi gizi selama kehamilan sehingga bayi tersebut lahir dan berusia 2 tahun atau yang dikenal dengan penguatan seribu hari pertama kehidupan. Stunting merupakan ancaman bagi kualitas anak Maluku tetapi belum semua orang tahu dan paham.

“Melalui pengukuhan saya sebagai Duta Parenting Maluku, diharapkan dapat menjadi titik balik untuk kembali menggerakan, memberdayakan masyarakat, mendorong kualitas pelayanan kesehatan anak di posyandu, mengadvokasi pimpinan daerah dan mendekatkan diri kepada anak negeri Maluku, ”katanya.

Stunting dapat di cegah, dimulai dari mendapatkan pengetahuan yang tepat sehingga pada akhirnya terjadi perubahan perilaku ditingkat masyarakat untuk memperbaiki kondisi kesehatan. Meningkatkan peran ibu sebagai sosok yang merawat keluarga, harus cerdas karena anak yang cerdas berasal dari ibu yang cerdas.

Widya juga mengajak setiap pihak memahami perannya untuk turut mengurangi prevelansi stunting.
“Saya mengajak kepada kita semua untuk lebih memahami peran masing-masing ditingkat keluarga sampai tingkat masyarakat. Anak lahir bukan karena kebetulan, generasi Maluku yang berkualitas ada bukan hanya impian. Mari jadikan Maluku lebih baik, turunkan prevelansi stunting, jangan ada lagi tambahan anak stunting di bumi raja-raja ini” tutup Widya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno mengungkapkan bahwa angka stunting di Maluku mencapai 34%. Ia berharap dengan dikukuhkanya Ibu Widya sebagai Duta Parenting diharapkan dapat memangkas angka tersebut.

“Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Maluku, angka stunting di Maluku mencapai 34%, itu artinya hampir setengah dari kelahiran bayi bayi di Maluku mengalami stunting. Semoga setelah dikukuhkannya Duta Parenting Maluku, akan memerangi ini tentunya dengan dukungan baik dari pemerintah daerah, ketua PKK, serta seluruh komponen masyarakat di Maluku,” ungkap Orno. (ADV)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *