BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi dengan Pemkab Malteng

by
BPJS Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) berupaya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan melalui Forum Kemitraan Pemangku Kepentingan Utama Tingkat Kabupaten Malteng, Rabu (9/6/2021)

TERASMALUKU.COM,-MASOHI-BPJS Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) berupaya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan melalui Forum Kemitraan Pemangku Kepentingan Utama Tingkat Kabupaten Malteng, Rabu (9/6/2021).

Menurut data tahun 2020, kunjungan rawat jalan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Malteng sebesar 87.308 orang. Jumlah kasus penyakit katastropik yang ditanggung program JKN-KIS tahun 2020 sebanyak 3.663 kasus.

“Pemanfaatan pelayanan kesehatan dalam Program JKN-KIS ini tentu memberikan kontribusi langsung, baik dari sisi kesehatan maupun menjaga agar masyarakat Indonesia, khususnya Kabupaten Maluku Tengah bisa lebih produktif secara sosial dan ekonomi. Untuk itu perlu dukungan dari Dinas Kesehatan untuk mendorong FKTP agar dapat melengkapi sarana dan prasarananya sehingga capaian nilai rekredensialing dapat memenuhi standar,” papar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, HS Rumondang.

Dalam kesempatan tersebut, Mondang mengulas pula perihal kepesertaan aparatur desa dalam Program JKN-KIS dan harapan adanya peningkatan dan perbaikan dalam pelayanan kesehatan dan kepesertaan aparatur desa di Kabupaten Maluku Tengah.

“Kabupaten Maluku Tengah memiliki 186 desa, yang sudah terdaftar dalam Program JKN-KIS berjumlah 27 desa sedangkan 159 desa masih belum terdaftar. Kedepan semoga ada pemahaman yang sama dengan pemerintah daerah terkait mekanisme pendaftaran peserta baru, pengalihan peserta eksisting dan pemotongan, penyetoran serta pembayaran iuran jaminan kesehatan bagi kepala desa dan perangkat desa sehingga aparat desa dapat dijaminketika sedang sakit,” tambah Mondang.

Menanggapi paparan dan diskusi dalam forum tersebut, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Maluku Tengah, Haris Bandjar menyampaikan apresiasi atas terlaksananya forum kemitraan tersebut. Ia menambahkan perlunya koordinasi dan sinergi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Kami berterima kasih kepada BPJS Kesehatan karena dengan adanya Program JKN-KIS ini membantu kita pemerintah daerah memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kami harap juga dari Dinas Kesehatan perlu melakukan monitoring dan evaluasi baik itu untuk tenaga medis maupun fasilitas kesehatan yang ada, begitu juga Dinas Sosial kita saling melakukan sinergi,” ujar Haris. (ADVERTORIAL)