BPOM Maluku Sita Ribuan Pangan Ilegal

by
Pangan ilegal yang disita dalam operasi petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan Maluku bersama aparat kepolisian di sejumlah supermarket dan market di Kota Ambon.

AMBON-Balai Pengawasan Obat dan Makan (BPOM) Provinsi Maluku menyita ribuan pangan yang beredar secara ilegal pada sejumlah  market dan swalayan di Kota Ambon. Pangan ilegal ini ditemukan saat petugas BPOM Maluku menggelar operasi secara serentak di Maluku.

Kepala BPOM Maluku Sandra Lintin kepada wartawan Selasa (21/3) menyatakan, BPOM melakukan operasi nasional bukan hanya di Maluku  tapi digelar di seluruh Indonesia. Dalam operasi ini lebih diutamakan pangan yang tidak memiliki ijin edar. “Pangan ilegel yaitu pangan yang ijin edarnya sudah tidak berlaku lagi atau nomor ijin edar yang fiktif,” katanya.

Ia menyatakan, dari hasil operasi di Maluku, pihaknya menemukan 3.583 kemasan  dengan 94 item, dan jika diuangkan sekitar Rp  80 juta. Pangan tersebut disita di enam  swalayan dan market yang ada di Kota Ambon. ” Ada enam  swalayan dan market yang pangannya disita yaitu, Hypermart ACC, Jems Swalayan, Hypermart MCM, Fris Market, Foodmart dan Indojaya,” kata Sandra.

Ia mengatakan, dalam operasi ini pihaknya juga masih menemukan pangan-pangan yang sudah ekspayer sedangkan untuk pangan yang ilegal telah diamankan. “Kalau untuk pangan ekspayer langsung dimusnakan di tempat sedangkan untuk pangan ilegal kita amankan, namun kalau dalam jumlah besar kita langsung segel ditempat,” kata Sandra.

Sandra  mengakatan, pihaknya memberikan waktu selam 15 hari kepada swalayan dan market yang pangannya disita untuk mengkonfirmasi ke BPOM Maluku terkait pembelian barang tersebut untuk bisa ditelusuri lebih lanjut. (IAN)