BPOM: Tidak Ditemukan Butiran Plastik Pada Beras

by
FOTO: Dok. Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,AMBON,- Dari pengecekkan sementara secara kasat mata atau organileptik, BPOM tidak temukan ada butiran plastik dalam sampel beras yang dibawa dari Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Sejak kabar beras plastik label bulog beredar, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah lakukan koordiansi dengan sejumlah pihak. Sampel beras plastik yang diduga adalah beras plastik juga telah diberikan pihak kepolisian Malteng kepada BPOM Ambon.

Senin (17/2/2020) pagi BPOM bertemu dengan pihak Bulog, Disperindah Maluku juga aparat kepolisian Malteng. Selain berkoordinasi, contoh dari beras jenis LN 5 persen Thailand yang disebut sebagai beras plastik pun telah diserahkan. Kepala BPOM Ambon, Hariani menerimanya, Senin siang di Kantor BPOM Ambon, Kudamati.

Dari pertemuan itu dilakukan screening awal sampel. Hasilnya, menurut Heriani tidak seperti yang disebut-sebut belakangan. “Kalau dilihat secara kasat mata (organileptik) tidak ditemukan butiran plastik pada beras yang dibawa. Namun demikian sampel beras yang dibawa tetap akan diuji mutu sesuai SNI beras,” ucap Hariani, Senin sore.

BACA JUGA: https://terasmaluku.com/bulog-tunjukkan-jenis-beras-yang-disebut-beras-plastik/

Terkait temuan beras plastik di Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah adalah yang kali ketiga. Setelah sebelumnya ada dua laporan serupa. Salah satunya laporan beras plastik di Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara.

Hasilnya, tidak satupun hasil uji membuktikan adanya beras plastik. Pihak Bulog Divre Maluku juga telah mengantongi hasil dan bukti resminya. Beras Bulog yang dijual di pasaran tidak ada yang berbahan plastik atau beras oplosan.

loading...

Lalu, kembali muncul kabar beras plastik dari Masohi. Balai POM Ambon memberikan komentarnya. “Merupakan tugas kita bersama untuk mencerdaskan konsumen untuk tidak mudah terpengaruh dengan berita-berita yang belum tentu benar. Namun akan tetap kita koordinasikan dengan berbagai pihak terkait, khususnya di daerah sumber berita,” jelasnya.

Menurutnya sudah ada laporan sebelumnya terkait beras plastik yang beredar di masyarakat. Mereka menduga rasa atau tekstur beras yang dinilai tidak biasa atau lain dari sebelumnya. Lalu muncul kesimpulan bahwa beras tersebut sebagai beras plastik.

Usai menerima sampel beras siang tadi dan mengeceknya, Heriani meminta masyarakat agar tidak panik. Pengawasan produk yang beredar di pasaran tetap dipantau oleh pemerintah, termasuk juga di kabupaten dan kota.

“Untuk meyakinkan dapat dilakukan pembuktian sendiri dengan cara mencuci beras, diamkan. Seandainya kalau ada plastik pasti plastiknya mengapung karena berat jenisnya lebih ringan  (kurang dari satu). Kalau pulen dan dapat dikepal tergantung kandungan amilosa dan amilopektinnya,” pungkasnya. (PRISKA BIRAHY)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *